KATA | ARTI |
ADEKUAT | ade·ku·at /adékuat/ a memenuhi syarat; memadai; sama harkatnya |
|
|
AKUNTABEL | dapat dipertanggungjawabkan |
|
|
AKOMODASI | ako·mo·da·si n 1 sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl |
| tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg |
| bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar |
| daerah; 2 Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr |
| objek yg berbeda; 3 Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk |
| menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; 4 Sos |
| penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia |
| untuk meredakan pertentangan; 5 Lay kamar atau ruang tempat tinggal |
| awak kapal atau penumpang kapal; |
| meng·ako·mo·da·si v menyediakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan |
|
|
AKLAMASI | ak·la·ma·si n pernyataan setuju secara lisan dr seluruh peserta rapat |
| dsb thd suatu usul tanpa melalui pemungutan suara: usul itu diterima |
| secara -- |
|
|
ALIANSI | ali·an·si n Pol ikatan antara dua negara atau lebih dng tujuan politik; |
| ber·a·li·an·si v mengadakan aliansi |
|
|
ANALOGI | ana·lo·gi n 1 persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yg |
| berlainan; kias: 2 Ling kesepadanan antara bentuk bahasa yg menjadi |
| dasar terjadinya bentuk lain; 3 Mik sesuatu yg sama dl bentuk, susunan, |
| atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan |
| kekerabatan; 4 Sas kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal |
| yg dapat dipakai untuk dasar perbandingan; |
| meng·a·na·lo·gi·kan v membuat sesuatu yg baru berdasarkan contoh yg |
| sudah ada; mereka-reka bentuk kata baru dng mencontoh bentuk yg |
| telah ada |
|
|
ANIMO | ani·mo n 1 hasrat dan keinginan yg kuat untuk berbuat, melakukan, atau |
| mengikuti sesuatu: -- untuk membeli barang-barang mewah agak |
| berkurang; 2 semangat: kesebelasan kita bermain dng penuh -- |
|
|
APLIKASI | ap·li·ka·si n 1 karya hias dl seni jahit-menjahit dng menempelkan |
| (menjahitkan) guntingan-guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah, |
| binatang, dsb) pd kain lain sbg hiasan; 2 tambahan: dl beberapa |
| fakultas diadakan kursus -- bahasa Inggris; 3 penggunaan; penerapan; |
| 4 lamaran; permohonan; pendaftaran: ia mendapatkan formulir -- di |
| cabang bank terdekat; |
| meng·ap·li·ka·si·kan v menerapkan, menggunakan dl praktik |
|
|
APRESIASI | ap·re·si·a·si /aprésiasi/ n 1 kesadaran thd nilai seni dan budaya; 2 |
| penilaian (penghargaan) thd sesuatu; 3 kenaikan nilai barang krn harga |
| pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah; |
| ber·a·pre·si·a·si v mempunyai apresiasi; ada apresiasi; |
| meng·ap·re·si·a·si v melakukan pengamatan, penilaian, dan penghargaan |
| (msl thd karya seni) |
|
|
ARBITRASE | ar·bit·ra·se n Dag 1 pembelian dan penjualan secara simultan atas |
| barang yg sama di dl dua pasar atau lebih dng harapan akan memperoleh |
| laba dr perbedaan harganya; 2 usaha perantara dl meleraikan sengketa |
|
|
ASUMSI | asum·si n 1 dugaan yg diterima sbg dasar; 2 landasan berpikir krn |
| dianggap benar; |
| meng·a·sum·si·kan v menduga; memperkirakan; memperhitungkan; |
| meramalkan |
|
|
DESKRIPSI | des·krip·si /déskripsi/ n pemaparan atau penggambaran dng kata-kata |
| secara jelas dan terperinci; uraian: kamus yg baik memuat -- tt aspek |
| leksikon secara tuntas; |
| -- struktur Ling 1 penggambaran konstituen ujaran dan hubungannya dr |
| sudut semantik, sintaksis, dan fonologi, kaidahnya terletak di sebelah kiri |
| kaidah transformasi; 2 masukan yg memungkinkan terjadinya suatu |
| transformasi; |
| men·des·krip·si·kan v memaparkan atau menggambarkan dng kata-kata |
| secara jelas dan terperinci; menguraikan: penelitian ini bertujuan ~ |
| struktur dan fungsi bahasa Indonesia |
|
|
DELUSI | de-lu-si (keyakinan yang salah; aneh) |
|
|
DISERTASI | di·ser·ta·si n karangan ilmiah yg ditulis untuk memperoleh gelar doktor |
|
|
DISINFEKTAN | dis·in·fek·tan /disinféktan/ n bahan kimia (spt lisol, kreolin) yg digunakan |
| untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik; |
| obat untuk membasmi kuman penyakit |
|
|
DIKOTOMI | di·ko·to·mi n pembagian atas dua kelompok yg saling bertentangan |
|
|
DOMAIN | do·ma·in n wilayah; daerah; ranah |
|
|
EJAWANTAH | eja·wan·tah /éjawantah/ v, meng·e·ja·wan·tah v 1 menjelma; menjadi |
| berwujud; 2 menitis; |
| meng·e·ja·wan·tah·kan v menjelmakan (mewujudkan, melaksanakan, |
| memanifestasikan) suatu posisi, kondisi, sikap, pendirian, dsb: kita harus |
| ~ Pancasila dl kehidupan sehari-hari; |
| peng·e·ja·wan·tah·an n 1 penjelmaan (perwujudan, pelaksanaan, |
| manifestasi) suatu posisi, kondisi, sikap, pendirian, dsb; 2 proses, cara, |
| perbuatan mengejawantahkan; penjelmaan; perwujudan; manifestasi: |
| demonstrasi itu merupakan ~ dr perasaan tidak puas para pekerja |
| tambang atas peraturan yg dianggapnya merugikan itu |
|
|
EKSPLORASI | eks·plo·ra·si /éksplorasi/ 1 n penjelajahan lapangan dng tujuan |
| memperoleh pengetahuan lebih banyak (tt keadaan), terutama |
| sumber-sumber alam yg terdapat di tempat itu; penyelidikan; |
| penjajakan: -- sumber minyak di daerah lepas pantai sedang giat |
| dilakukan; 2 Dik kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dr situasi |
| mengandung mineral berharga dng jalan survei geologi, survei geofisika, |
| atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas |
| wilayahnya; |
| -- akhir Pet penyelidikan terperinci untuk cebakan mineral atau batu |
| bara setelah hasil penyelidikan pendahuluan menyatakan bahwa cebakan |
| itu ada kemungkinan mempunyai nilai ekonomis; -- radioaktif Pet cara |
| eksplorasi dng menggunakan prinsip radioaktif; |
| meng·ek·splo·ra·si v mengadakan penyelidikan (terutama mengenali |
| sumber alam yg terdapat di suatu tempat): Columbus menemukan |
| Amerika, tetapi tidak ~ benua baru itu |
|
|
EKSES | ek·ses /éksés/ n hal (peristiwa) yg melampaui batas: peristiwa itu boleh |
| dianggap sbg -- dr reformasi |
|
|
EMBARGO | em·bar·go /émbargo/ n 1 penyitaan sementara thd kapal-kapal asing, |
| msl pd waktu perang, dng maksud agar kapal-kapal itu tidak |
| meninggalkan pelabuhan; 2 larangan lalu lintas barang (antarnegara); 3 |
| larangan menyiarkan berita sebelum |
| waktu yg telah ditentukan; |
| -- senjata embargo thd pengiriman senjata pd waktu perang; |
| meng·em·bar·go v melakukan embargo; mengenakan embargo pada: |
| pemerintah negara tetangga ~ ekspor tekstil Indonesia |
|
|
ESKATOLOGIS | es·ka·to·lo·gis /éskatologis/ a mengenai hal-hal terakhir, spt kematian, |
| hari kiamat, kebangkitan |
|
|
FEDERASI | fe·de·ra·si /féderasi/ n 1 gabungan beberapa perhimpunan yg bekerja |
| sama dan seakan-akan merupakan satu badan, tetapi tetap berdiri |
| sendiri: Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia tergabung dl -- bulu |
| tangkis internasional; 2 Pol gabungan beberapa negara bagian yg |
| dikoordinasi oleh pemerintah pusat yg mengurus hal-hal mengenai |
| kepentingan nasional seluruhnya (spt keuangan, urusan luar negeri, dan |
| pertahanan) |
|
|
FERMENTASI | fer·men·ta·si /férméntasi/ n 1 peragian; 2 Kim penguraian metabolik |
| senyawa organik oleh mikroorganisme yg menghasilkan energi yg pd |
| umumnya berlangsung dng kondisi anaerobik dan dng pembebasan gas |
|
|
FRIKSI | frik·si n 1 pergeseran yg menimbulkan perbedaan pendapat; 2 |
| perpecahan |
|
|
FUSI | fu·si n 1 Fis penggabungan dua nukleus (inti) atom yg ringan untuk |
| membentuk sebuah nukleus yg lebih berat sambil melepaskan sedikit dr |
| energi (tenaga) ikatnya; 2 gabungan; peleburan; koalisi (tt partai, |
| perusahaan, dsb): kedua perusahaan itu telah bersetuju untuk |
| mengadakan --; |
| ber·fu·si v bergabung; meleburkan diri: kedua partai politik itu telah ~; |
| mem·fu·si·kan v menjadikan berfusi |
|
|
FENOMENA | fe·no·me·na /fénoména/ n 1 hal-hal yg dapat disaksikan dng pancaindra |
| dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam); |
| gejala: gerhana adalah salah satu -- ilmu pengetahuan; 2 sesuatu yg |
| luar biasa; keajaiban: sementara masyarakat tidak percaya akan adanya |
| pemimpin yg berwibawa, tokoh itu merupakan -- tersendiri; 3 fakta; |
| kenyataan: peristiwa itu merupakan -- sejarah yg tidak dapat diabaikan |
|
|
GRATIFIKASI | gra·ti·fi·ka·si n uang hadiah kpd pegawai di luar gaji yg telah ditentukan |
|
|
|
|
INFRASTRUKTUR | in·fra·struk·tur n prasarana |
|
|
IMPULSIF | im·pul·sif a bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati |
|
|
INTEGRITAS | in·teg·ri·tas n mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg |
| utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan |
| kewibawaan; kejujuran; |
| -- nasional wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dl kehidupan |
| bernegara |
|
|
INTROVEK | Menyembunyikan perasaan |
|
|
INTERPRETASI | in·ter·pre·ta·si n pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis |
| thd sesuatu; tafsiran; |
| meng·in·ter·pre·ta·si·kan v menafsirkan; |
| peng·in·ter·pre·ta·si·an n proses, cara, perbuatan meng-interpretasikan; |
| peng·in·ter·pre·ta·si n orang yg menginterpretasikan |
|
|
INTUISI | in·tu·i·si n daya atau kemampuan mengetahui atau mema-hami sesuatu |
| tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati |
|
|
|
|
KONDUSIF | kon·du·sif a memberi peluang pd hasil yg diinginkan yg bersifat |
| mendukung |
|
|
KONJUGASI | kon·ju·ga·si n 1 Ling sistem perubahan bentuk verba yg berhubungan |
| dng jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu (terdapat pd bahasa |
| fleksi); tasrif; 2 Bio pemaduan gamet yg serupa, yg kemudian |
| menggabungkan intinya; 3 Kim pembentukan molekul tertentu pd protein |
| rumit |
|
|
KONVENSI | kon·ven·si /konvénsi/ n 1 permufakatan atau kesepakatan (terutama |
| mengenai adat, tradisi, dsb): berdasarkan -- , sudah sewajarnya pria |
| melindungi wanita; 2 perjanjian antarnegara, para penguasa |
| pemerintahan, dsb: -- Hukum Laut telah disetujui oleh negara sedang |
| berkembang; 3 konferensi tokoh masyarakat atau partai politik dng |
| tujuan khusus (memilih calon untuk pemilihan anggota DPR dsb) |
|
|
KONVERSI | kon·ver·si /konvérsi/ n 1 perubahan dr satu sistem pengetahuan ke |
| sistem yg lain; 2 perubahan pemilikan atas suatu benda, tanah, dsb; 3 |
| perubahan dr satu bentuk (rupa, dsb) ke bentuk (rupa, dsb) yg lain; |
| -- makanan jumlah pakan yg dibutuhkan per satuan produksi ternak; -- |
| pakan Tan perbandingan antara jumlah pakan ikan yg digunakan dng |
| produksi daging ikan yg dihasilkan; -- tanaman penggantian tanaman yg |
| sudah ada dng tanaman lain; |
| me·ngon·ver·si·kan v mengubah atau menukar: ia mempersilakan |
| nasabah ~ dolar yg sudah terkumpul ke rupiah |
|
|
KORPORASI | kor·po·ra·si n 1 badan usaha yg sah; badan hukum; 2 perusahaan atau |
| badan usaha yg sangat besar atau beberapa perusahaan yg dikelola dan |
| dijalankan sbg satu perusahaan besar |
|
|
LAMINASI | la·mi·na·si n 1 pelapisan bahan tipis dng lempeng pd kedua sisinya; 2 |
| bahan pelapis bahan tipis pd kedua sisinya |
|
|
LEGITIMASI | le·gi·ti·ma·si /légitimasi/ n 1 Huk keterangan yg mengesahkan atau |
| membenarkan bahwa pemegang keterangan adalah betul-betul orang yg |
| dimaksud; kesahan; 2 pernyataan yg sah (menurut undang-undang atau |
| sesuai dng undang-undang); pengesahan; |
| me·le·gi·ti·ma·si·kan v mengesahkan; membenarkan |
|
|
MALAFUNGSI | ma·la·fung·si n fungsi yg salah |
|
|
MATRIKS | mat·riks n 1 kerangka, bagan; 2 rekaman induk (tt piringan hitam); 3 |
| matris; 4 pola acuan untuk ragam hias relief atau patung; 5 Man tabel |
| yg disusun dl lajur dan jajaran sehingga butir-butir uraian yg diisikan |
| dapat dibaca dr atas ke bawah dan dr kiri ke kanan; 6 Anat substansi |
| antarselular pd suatu jaringan, spt pd tulang atau jaringan tempat |
| berkembangnya struktur, spt pd rambut dan kuku; 7 Dok pita logam |
| untuk membuat bentuk yg tepat pd restorasi gigi |
|
|
MULTIPLIKASI | mul·ti·pli·ka·si n tindakan atau proses memperbanyak; perkalian |
|
|
MORATORIUM | mo·ra·to·ri·um n 1 penangguhan pembayaran utang didasarkan pd |
| undang-undang agar dapat mencegah krisis keuangan yg semakin |
| hebat; 2 penundaan; penangguhan: negara itu memutuskan untuk |
| memperpanjang -- uji coba senjata nuklir |
|
|
NATURALISASI | na·tu·ra·li·sa·si n 1 pemerolehan kewarganegaraan bagi penduduk asing; |
| hal menjadikan warga negara; pewarganegaraan yg diperoleh setelah |
| memenuhi syarat sebagaimana yg ditetapkan dl peraturan |
| perundang-undangan; 2 Bio gejala terjadinya penyesuaian diri tumbuhan |
| yg didatangkan dr tempat lain dan menjadi anggota biasa masyarakat |
| tumbuhan di tempat yg baru itu; |
| me·na·tu·ra·li·sa·si v mengadakan atau melakukan naturalisasi; |
| menjadikan warga negara (Indonesia dsb): Filipina menghendaki |
| Indonesia ~ tujuh ribu warga negara Filipina di Indonesia |
|
|
NAWALA | na·wa·la n Kom lembaran cetakan berupa pamflet atau surat kabar yg |
| diterbitkan pd waktu-waktu tertentu yg berisi tt perkembangan |
| perusahaan |
|
|
ORASI | ora·si n 1 pidato; 2 pidato pengukuhan (guru besar dsb); 3 khotbah; |
| ber·o·ra·si v berpidato; berkhotbah: sebelum acara dimulai, sejumlah |
| reformis -; para politisi dilarang keras - di kampus-kampus |
|
|
ORIENTASI | ri·en·ta·si /oriéntasi/ n 1 peninjauan untuk menentukan sikap (arah, |
| tempat, dsb) yg tepat dan benar; 2 pandangan yg mendasari pikiran, |
| perhatian atau kecenderungan; |
| ber·o·ri·en·ta·si v 1 melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau |
| lebih tahu); 2 mempunyai kecenderungan pandangan atau |
| menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg - ke |
| Barat |
|
|
OVULASI | ovu·la·si n Dok terlepasnya sel telur dr indung telur (biasanya di antara |
| hari ke-3 dan hari ke-17 sesudah haid) |
|
|
PREDESTINASI | pre·des·ti·na·si /prédéstinasi/ n ketentuan Tuhan; yg sudah lebih dahulu |
| ditentukan oleh Tuhan; takdir |
|
|
PANELIS | pa·ne·lis /panélis/ n peserta diskusi panel |
|
|
PARADIGMA | pa·ra·dig·ma n 1 Ling daftar semua bentukan dr sebuah kata yg |
| memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tsb; 2 model dl teori ilmu |
| pengetahuan; 3 kerangka berpikir |
|
|
PARADOKS | pa·ra·doks n pernyataan yg seolah-olah bertentangan (berlawanan) dng |
| pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung |
| kebenaran; bersifat paradoks |
|
|
PARODI | pa·ro·di n karya sastra atau seni yg dng sengaja menirukan gaya, kata |
| penulis, atau pencipta lain dng maksud mencari efek kejenakaan; |
| me·ma·ro·di·kan v menjadikan parodi |
|
|
REKLAMASI | re·kla·ma·si /réklamasi/ n 1 bantahan atau sanggahan (dng nada keras); |
| 2 Tan usaha memperluas tanah (pertanian) dng memanfaatkan daerah |
| yg semula tidak berguna (msl dng cara menguruk daerah rawa-rawa); 3 |
| pengurukan (tanah); |
| me·re·kla·ma·si·kan v membuka tanah untuk digarap (msl menjadi |
| persawahan): pemerintah telah ~ seluas 5,25 juta hektar tanah di |
| daerah Sumatra dan Kalimantan |
|
|
RESTITUSI | res·ti·tu·si /réstitusi/ n 1 ganti kerugian; pembayaran kembali: pegawai |
| berhak memperoleh -- pengobatan; 2 penyerahan bagian pembayaran |
| yg masih bersisa: -- kenaikan gaji bulan Maret akan dibayar |
| bersama-sama dng gaji bulan April; 3 Dok penyesuaian spontan kepala |
| bayi dng badannya sesudah kepala keluar dr rahim ibu |
|
|
RESTORASI | res·to·ra·si /réstorasi/ n pengembalian atau pemulihan kpd keadaan |
| semula (tt gedung bersejarah, kedudukan raja, negara); pemugaran; |
| me·res·to·ra·si v melakukan restorasi; mengembalikan atau memulihkan |
| kpd keadaan semula; memugar: Pemerintah akan ~ semua bangunan |
| bersejarah |
|
|
|
|
SKEPTIS | skep·tis /sképtis/ a kurang percaya; ragu-ragu (thd keberhasilan ajaran |
| dsb): penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan |
| -- |
|
|
SUPERVISI | su·per·vi·si n pengawasan utama; pengontrolan tertinggi; penyeliaan: |
| dua orang petugas kesehatan mengadakan -- di puskesmas- puskesmas |
| pedesaan |
|
|
TIRANI | ti·ra·ni n 1 kekuasaan yg digunakan sewenang-wenang; 2 negara yg |
| diperintah oleh seorang raja atau penguasa yg bertindak sekehendak |
| hatinya: di bawah pemerintahan yg bersifat -- , kedaulatan rakyat akan |
| hilang |
|
|
TRANSPLANTASI | trans·plan·ta·si n 1 Tan pemindahan tanaman: -- rambutan muda; 2 Dok |
| pemindahan jaringan tubuh dr suatu tempat ke tempat lain (spt menutup |
| luka yg tidak berkulit dng jaringan kulit dr bagian tubuh yg lain); |
| pencangkokan: menilik pesatnya perkembangan teknologi, rasanya -- |
| janin cuma soal waktu; |
| -- kornea pencangkokan selaput bening mata; |
| men·trans·plan·ta·si·kan v memindahkan (jaringan tubuh atau tanaman |
| ke tempat (orang) lain atau ke tanaman lain: sekarang ada peluang ~ |
| sel sperma yg relatif sangat kecil |
|
|
TRIKOTOMI | tri·ko·to·mi n pemisahan atau pembagian atas tiga golongan (kelompok) |
|
|
VERIFIKASI | ve·ri·fi·ka·si /vérifikasi/ n pemeriksaan tt kebenaran laporan, pernyataan, |
| perhitungan uang, dsb: pihak kepolisian telah mengadakan -- thd |
| pernyataan salah seorang anggota partai tt adanya keterlibatan |
| purnawirawan TNI dl kasus pemalsuan uang |
|
|