Cerita Anak Bangsa - Abdul Wahid Anwar Saputro "KISAH SEBUAH KETULUSAN"

Posted by Unknown Saturday, 30 March 2013 0 comments


Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah : Sebuah ketulusan pengabdian pada orang tua…

***
“Halo Kak… “ salam Wahid kepadaku.
Aku menyukai anak ini. Kulitnya hitam terpapar sinar matahari, rambutnya cokelat, dengan mata yang penuh semangat, dan senyum yang hangat.

“Abdul Wahid Anwar Saputro… wah keren ya namamu.. he he he…” celetukku sambil tertawa
Dan Wahidpun tersenyum lebar seperti biasa.


Wahid, kelas IX A siswa SMP Negeri 12 Semarang, dia tinggal dengan keluarganya di Jalan Karangrejo daerah Banyumanik



“Kata Bunda kamu tuh’ anak yang cakeeeeeppppp dan rajinnnnnn buanget ya hid?” tanyaku

"Ah, Kakak bisa aja,....."Sahut Wahid lirih.


"Ayahmu kerja apaan toh Hid?" tanyaku penasaran.

“Jangan kaget ya kak,... Ayahku hanya seorang buruh, dan ibuku cuma ibu rumah tangga biasa. Aku setiap hari membantu orang tua berdagang gorengan, mengantar ke para pemesan, belanja barang di pasar, dan juga guru les pelajaran kelas I – IV SD setiap malam kak…” jawabnya sambil tersenyum lebar.

“Wah sibuk banget! Itu belum termasuk kerjaan rumah Hid?” tanyaku kagum
“Iya kak… contohnya nih sehabis mengantar gorengan ke ‘angkringan’ ke tempat penjual nasi kucing, lalu nyuci baju punya sekeluarga” jawab Wahid


“Wah! Hebat!!”jawabku

“Itu belum lagi kalau orang tuaku  pergi Kak.. Aku harus mampu menggantikan peran mereka di keluarga, mengurus adik, mengatur mereka semua, juga mengarahkan mereka dalam membantuku untuk membersihkan rumah, dan juga menyelesaikan tugas rumah lainnya.  Selain itu juga mengurus keuangan sekaligus membuat gorengan lalu diantarkan untuk dijual… he he he…” cerita Wahid panjang lebar dengan mata bersinar-sinar. 

Dia terlihat sangat bangga dengan semua yang dilakukannya


Aku menepuk-nepuk pundaknya sambil berkata, “Keren tuh Hid… kamu kalau sudah besar nanti pasti jadi orang yang sukses, ya!!!”

“Iya harus itu kak! Aku bercita-cita ingin menjadi arsitek dan juga pengusaha yang terkenal.


Kulihat  semangatnya begitu besar untuk bersekolah, dan belajar, selain daripada kesalehannya yang tak lepas dari doa…



“Doain terkabul ya Kak!” lanjutnya sambil mengambil tanganku dan ditempelkan ke dahinya

“Ha ha ha ha… apaan sih Hid? Aku doain kamu nakkkk….” Jawabku sambil tertawa


“Serius nih kak! Aku mau jadi orang sukses dan bisa membantu orang tuaku dan banyak orang lainnya lagi… “



Aku menatap punggungnya yang berlari menjauh, rasa bangga pada apa yang bisa dibantunya bagi orang tua dan keluarganya seolah tertinggal di benakku.

Aku kembali belajar pada kesederhanaan kecil namun berarti dan sudah sering terlupakan olehku.


Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah :

Sebuah ketulusan pengabdian pada orang tua…
***

With love,
cerita kami team’

SUMBER : DISINI

Baca Selengkapnya ....

Cerita Anak Bangsa - Tsabit Dieni Nur H "SEBUAH SEMANGAT JUANG"

Posted by Unknown 0 comments
Aku menatapnya senang, pancaran semangatnya begitu kuat, aku rasa kalau semangatnya terus begini, dia pasti akan sampai pada mimpinya di suatu saat nanti!


***


“Kakaaaaaakkkk…” seorang gadis berlari ke arahku
“Hei mana pesananku… katanya mau bawa es susu untukku…” seruku

“Besok ya kak… aku udah beberapa hari ini nggak bawa es susu lagi…” jawabnya dengan wajah murung.
“Lho kenapa?”

“Diejek teman-temanku kak… ?” lapornya.
“Diejek gimana?” tanyaku.

“Katanya aku jualan untuk cari perhatian bapak dan ibu guru… padahal kan ga gitu kak..” jawabnya.
“Ha ha ha.. iyalah… kamu jualan kan untuk bantu orang tua, begitu kan?” kataku sambil mengelus – ngelus kepalanya.


Tsabit Dieni Nur H namanya, siswi kelas VIIIB. Ayahnya berdagang susu sapi di suatu kios di daerah Telogosari Semarang, sedangkan ibunya berjualan keliling es susu. Tsabit, adalah seorang gadis santun, dan juga  bersemangat.


“Ya kak… akhirnya aku putuskan untuk kembali berjualan untuk meringankan beban orang tua dan tidak mempedulikan yang orang lain katakan. Aku harus jadi orang yang mandiri dan sukses kak!” sahut Tsabit.
“Nah gitu dong…… anak cantik itu harus semangat! Uang dari jualan es susu mau buat apa nih dalam waktu dekat?” tanyaku.


“Mau buat beli tas kak… nih…. Retsletingnya udah rusak.. . aku ga mau menyusahkan orang tua lagi, dan bisa membeli barang yang kuinginkan sendiri” jawabnya sambil memperlihatkan tasnya.
“Mantap! Kalau kamu tekun, suatu saat nanti bisa punya perusahaan sendiri…”


“Ya pasti kak! Aku ingin punya perusahaan PT. Es Susu… terus jadi orang yang pintar tentang teknik computer, lalu kumpulin uang supaya bisa mengantar orang tua naik haji” jawabnya sambil tersenyum lebar dan mata berbinar cerah.
“Ya, tapi belajar untuk kuatnya harus dimulai dari sekarang… ya sayang..” jawabku sambil memegang pundaknya.


“Ya kak! Aku harus tahan menghadapi orang-orang yang suka menghina, dan punya mental yang kuat, supaya bisa sukses nanti!!”.
Aku menatapnya senang, pancaran semangatnya begitu kuat, aku rasa kalau semangatnya terus begini, dia pasti akan sampai pada mimpinya di suatu saat nanti!


Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah : 
Sebuah Semangat juang yang tinggi dari  kehidupan seorang gadis cilik, yang memotivasi aku, dan mungkin  juga banyak orang untuk tetap survive dalam menghadapi apapun dalam kehidupan, karena setiap masalah pasti mempunyai jalan keluar.
***

With love,
Cerita Kami Team’

SUMBER : DISINI

Baca Selengkapnya ....

Cerita Anak Bangsa - Ermina Wati "BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI"

Posted by Unknown Wednesday, 27 March 2013 0 comments


“Banggalah menjadi diri sendiri, dan janganlah mengeluh akan hidupmu..."
 
                                                ***


Satu sosok mungil mendekatiku, rambut kucir ekor kuda, dan senyum sederhana khas anak-anak, membuatku langsung melingkarkan tanganku ke pundaknya, “Gimana kabarmu? Katanya barusan jadi juara… wahhhhh kerennnn….” Sapaku..
 

Ermina Wati namanya, si sosok mungil ini adalah siswi kelas 7 G, dan tinggal di jalan Pramuka Pudak Payung Semarang. Ibuku pernah bercerita kepadaku kalau Emina Wati ini hebat karena meskipun orang tuanya bekerja sebagai buruh tapi dia selalu berjuang keras untuk jadi juara lomba yang diikutinya.
 

“Lomba apa aja sih yang udah pernah kamu menangkan dek?” tanyaku
“Waktu SD sih banyak kak… lomba pesta siaga hingga tingkat provinsi Jawa Tengah, pidato kotbah dapat juara III tingkat Kota Semarang, Geguritan, Puisi, dan juga lomba siswa berprestasi. Tapi waktu SMP ini aku menjuarai pidato bahasa Jawa tingkat Kota Semarang dan dapat juara III”
 

“Hebat… hebat… hebat… kakak salut nih sama kamu…” kataku sambil mengacungkan jempolku.
“Wah kakak ini ada-ada aja… tanggal 6 April ini aku akan ikut lomba kotbah juga lho kak… “ lanjut Ermina.
 

“Wah beneran bikin bangga sekolah dan orang tuamu dong…” jawabku.
“Aku senang sekali Kak, bisa mengikuti berbagai lomba , baik akademik maupun non akademik, karena bisa mengharumkan nama sekolah dan orang tua. Walaupun aku ini hidup dalam kekurangan, tapi aku bangga menjadi diriku sendiri karena orang  sepertiku bisa berprestasi…” kata Ermina lagi.


Aku bengong mendengar jawabannya, begitu dewasa bahasanya.
 
“Boleh tahu cita-citamu sayang?” tanyaku
“Aku ingin menjadi pegawai Bank, dan mencari uang yang banyak untuk bisa membawa keluargaku mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW, terus… aku juga ingin berkeliling dunia, supaya bisa melihat kebesaran Allah atas ciptaannya yang sangat luar biasa indahnya… bareng ya kak…  he he…”Jelasnya sambil tertawa


Masih ada yang menyentak dari perkataannya tadi kalau dia bangga menjadi dirinya sendiri karena menjadi “orang biasa“ yang berprestasi…


Wah! Perkataan seorang anak sederhana ini bagaikan ucapan seorang motivator hebat yang pernah kudengar. Lanjutkan perjuanganmu sayang… semoga semakin banyak orang sederhana namun berprestasi di bangsa ini seperti kamu, tanpa mengenal kata “MENGELUH”.


Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah : Banggalah menjadi diri sendiri, dan janganlah mengeluh akan hidupmu, syukurilah itu sebagai suatu nikmat yang luarbiasa dari Tuhan Yang Maha Kuasa”.




With Love,
Kisah kami team'

SUMBER : DISINI


Baca Selengkapnya ....

JURI SONTOLOYO ( PEMENANGNYA JUGA SONTOLOYO )

Posted by Unknown Saturday, 15 December 2012 0 comments

Lomba, adalah sebuah ajang kompetisi dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya saling beradu kemampuan dalam segala bidang. Namun apa mau dikata, jika ajang suatu kompetisi dipimpin oleh juri juri yang tidak berkompeten, dan tidak adil dalam memberikan penilaian. Ada pula juri yang bergelar akademisi dengan tingkat sarjana bahkan sampai master, tidak menunjukkan sama sekali pendidikannya sesuai dengan gelar yang diembannya. Mereka kadang tidak berpikir jernih dan sangat tidak profesional.

Erapkali perasaan dan emosi dalam penilaian turut dijadikan suatu acuan dalam memberikan suatu penilaian. Banyak lomba, ajang, di tanah air yang dilakukan tidak dengan fair. Dan lagi – lagi, semuanya masih berbau “ketidakadilan” bahkan manipulasi karena suatu “rasa” yang seharusnya tidak dilakukan dalam hal penjurian. Mendapat cemooh sangatlah ditakutkan bagi seorang juri yang tidak profesional. Mereka juga kadang telah menerima “memo”. Memo kesepahaman, bahkan memo titipan untuk memenangkan seorang peserta dari peserta lainnya.

Yang patut dibanggakan adalah ajang Indonesian Idol, yang juri-jurinya bukan lah para juri karbitan yang mudah simpati, dan kemudian merasakan empati, lalu memilih dan menilai peserta tanpa penilaian yang obyketif. Berbeda dengan ajang lainnya yang terkenal dengan ajang pencarian bakat. Mengkritik sepertinya merupakan suatu ketabuan dalam ajang tersebut, demi menjaga perasaan peserta, terkecuali seorang juri yang berpredikat master dalam bidang sulap aliran Mentalist. Tanpa memikirkan efek dari tindakan mereka, peserta yang muncul tentunya akan menjadi bintang dan pemenang karbitan. Mereka tidak akan bertahan dalam industri apapun karena menang secara tidak wajar, dan hanya karena belas kasihan semata.

Beberapa waktu lalu saya menyaksikan sebuah lomba pidato berbahasa Inggris, yang diadakan sebuah sekolah dasar swasta. Konsentrasi saya tepaku dengan seorang murid laki laki dari Sekolah Dasar yang berpidato sambil menangis karena isi pidatonya mengharuskannya demikian. Dan anehnya lagi, setelah menangis, si murid laki laki tersebut bisa tertawa riang. Sungguh menjijikan dan juga mengenaskan!!!

Apa yang salah jika berpidato dengan menangis?
Sang guru yang menemani beberapa murid andalannya yang hendak mengikuti perlombaan tersebut dengan bangga mengatakan, bagus, menangis itu bagus, dan bisa mengusik hati para juri. Benarkah demikian?

TENTU SAJA SALAH !!!
 

Dan hanya guru sontoloyo yang mengajarkan muridnya berpidato sambil bersandiwara dengan linangan air mata palsu. Sedih, dan miris, ketika menyaksikan murid yang melakukan tindakan demikian justru memenangkan lomba tersebut. Mereka akan jadi generasi penerus bangsa yang penuh dengan kemunafikan. Mereka telah dilatih untuk pandai bersandiwara, menangis kemudian tertawa. Ingat, mereka masih bau kencur, masih duduk di bangku sekolah dasar.

Sungguh miris, dan sangat mengenaskan. Saya sedih, menyaksikan dengan mata kepala sendiri guru yang mendidik muridnya sedari dini untuk pandai bersandiwara dan munafik. Bayangkan, mereka hanya anak-anak sekolah dasar yang pada hakikatnya belum bisa sepemikiran dengan pemikiran manusia munafik yang rela mengejar prestasi dengan cara yang tidak terpuji.

Bagaimana dapat dikatakan tidak terpuji? Si murid tersebut dikondisikan untuk melakukan suatu sandiwara dengan berpura-pura sedih ketika berpidato. Jika benar mereka terenyuh karena pidato mereka sendiri, saya akan angkat empat jempol untuk memuji mereka. Namun saya berani menyakinkan semua pembaca, bahwa mereka tidak benar-benar terenyuh dengan pidato yang mereka bacakan dihadapan para tamu yang hadir. Mereka hanya melaksanakan tugas yang semata diembankan kepundak mereka oleh guru-guru yang merasa dirinya pandai namun ternyata bodoh sama sekali.

Yang tidak kalah miris adalah para jurinya yang justru memenangkan peserta seperti itu. Gelar mereka bahkan ada yang sampai master, namun menilai sekelas tukang bakso. Sungguh menyedihkan. Bagaimana pendidikan di Indonesia akan maju, jika perbuatan-perbuatan tidak terpuji tersebut dilakukan dengan suatu kesadaran penuh?

Lain lagi dengan peserta yang berpidato layaknya membaca puisi. Bukannya didiskualifikasi, malahan kembali dimenangkan. Sungguh mengenaskan!!!

Sudah selayakanya mereka langsung didiskualifikasi, bukannya malah dimenangkan, karena konteksnya sudah sangat bergeser. Namun itulah potret dari penjurian dan perlombaan yang terjadi di sekolah dasar tersebut. Yang perlu pembaca garis bawahi disini adalah, pidatonya berbahasa Inggris.

Benarkah mereka begitu mengerti dengan setiap kata yang mereka ucapkan? Bagaimana bisa, jika cara pengucapannya nya pun masih sangat kentara ketidakmampuannya. Saya sering mengamati pandai atau tidakkah seorang dalam membaca dan berdialog dalam bahasa Inggris. Dan sangat mudah untuk memilah siapa yang pandai dan fasih berbicara Inggris dan siapa yang tidak. Cobalah dengan mendengar setiap kali mereka yang berdialog mengucapkan kata “VERY” contohnya Very Much. Jika pengucapan Very terdengar seperti mengucapkan nama Fery, maka orang tersebut masih tergolong kelas sangat pemula dan sama sekali belum mahir berdialog dalam bahasa Inggris. Karena huruf V bukan dibaca fi, namun, Vi dengan penekanan yang cukup dalam.

Ketika melihat pertandingan berlangsung, pertama kali panitia memperkenalkan semua juri yang hadir, yang rata-rata bergelar sarjana bahkan ada yang master. Dan yang lebih hebatnya lagi rata rata dari mereka sarjana dalam bahasa Inggris. Namun yang amat disayangkan, kesemua juri tersebut tidak diberikan waktu untuk memperkenalkan diri mereka atau mengucapkan kata sambutan dalam bahsa Inggris. Akan lebih bijaksana jika mereka yang ditunjuk sebagai juri, bisa memperkenalkan diri mereka masing masing dengan berbahasa Inggris pula dan melakukan sedikit kata sambutan. Sehingga status mereka sebagai juri bukanlah juri OMONG KOSONG yang mungkin saja ternyata tidak fasih berbahasa Inggris.

Sungguh memalukan tentunya jika mereka hanya TONG KOSONG NYARING BUNYINYA. (alias tidak bisa berbicara fasih dalam bahasa Inggris namun diangkat menjadi juri dalampidato berbahasa Inggris ). Bahkan patut dipertanyakan apakah gelar dan ijasah kesarjanaan mereka asli atau hasil manipulasi semata? Walahualam…

Maka sudah sepantasnya mereka yang menjadi juri tergugah hatinya untuk berpikir jernih dan profesional dalam menilai para peserta. Memberikan kritik adalah suatu hal yang perlu dilakukan demi terciptanya generasi penerus bangsa yang unggul. Menjadikan mereka sebagai tunas penerus bangsa yang bermental baja, bukan bermental tempe. Juga menjadikan mereka sebagai generasi penerus bangsa yang jujur dan tidak munafik, berbicara apa adanya tanpa harus pandai bersandiwara.

Jika sebagian mengatakan itu trik, jelas itu adalah trik keblinger yang salah alamat. Trik menangis agar mengundang rasa simpati juri yang mengharu biru? Trik boleh saja dilakukan asalkan jangan meninggalkan akhlak dan jangan membuat suatu manipulasi. Memanipulasi keadaan dan membuat seolah-olah kesedihan bisa diperjualbelikan sedari dini adalah suatu perbuatan hina yang mencermikan kebobrokan pribadi seorang pengajar itu sendiri.

Dan untuk juri, yang kira-kira tidak pantas menjadi juri, lebih baik mundur dengan legowo tanpa harus memaksakan diri sehingga akan nampak kebodohan mereka serta ketidakprofesionalan mereka sendiri di mata masyarakat. Mereka hanyalah sekumpulan manusia tidak berguna yang mengotori sebuah kompetisi yang sudah seharusnya dilaksanakan secara adil. Indonesia harus maju dengan manusia yang berkompeten dan punya malu, sehingga mereka akan mundur tanpa dilengserkan jika mereka memang tidak pantas untuk menduduki suatu jabatan yang berhubungan dengan kemajuan bangsa, dan juga yang berhubungan dengan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang besar. Jika seorang juri bermental tempe, maka pemenangnya pun akan bermental sama dengan jurinya.

Memilih manusia tempe oleh manusia tempe dan untuk manusia tempe.

BERLAKU ADIL SEBAGAI JURI ADALAH SUATU TINDAKAN MULIA YANG MENCETAK MANUSIA BERPRESTASI, BUKAN MALAHAN MENCETAK MANUSIA BERMENTAL TEMPE YANG DAPAT MENGHANCURKAN MENTAL ANAK BANGSA

MENJADI PENDIDIK BUKAN SEMATA UNTUK KEHORMATAN, NAMUN LEBIH TERPUJI UNTUK PENGABDIAN, KARENA GURU ADALAH CERMINAN KEMAJUAN SUATU BANGSA.



Artikel ini ditujuan untuk semua juri yang tidak layak menjadi juri, juri dengan gelar sontoloyo harus diberi sangsi sosial agar mereka sadar bahwa penjurian tidak bisa disangkutkan dengan emosi atau pun "memo titipan".

Artikel ini juga ditujukan untuk anak-anak yang sudah belajar menjadi tunas penerus bangsa yang munafik sehingga pantas bergelar sontoloyo, sadarlah, karena jalan kalian masih panjang untuk bisa menjadi manusia berbudi luhur yang unggul dan jujur. Tidak perlu menuruti semua ajaran dan didikan guru kalian jika ajaran dan didikannya menyesatkan. Diskusikan dulu dengan orang tua atau siapapun yang bisa dimintai saran dan pertimbangannya.

Semoga artikel ini dibaca oleh semua khalayak dan bisa disebarluaskan sehingga kiprah dari juri- juri sontoloyo bisa hilang dari bumi Indonesia….

Salam,
Smile



Baca Selengkapnya ....

ANAK INDIGO 42 ( VERSI VELLYA DAN CAHYANING ' THE LAST EPISODE OF INDIGO" )

Posted by Unknown 1 comments


DILARANG MENCOPAS ARTIKEL INI TANPA IZIN DARI ADMIN.MENGCOPAS TANPA IJIN ADALAH PENISTAAN TERHADAP KARYA ANAK BANGSA….

 
Indigo kali ini dimulai dengan cerita misteri tentang Jembatan Lama Citarum di daerah Cianjur Jawa Barat. Jembatan ini adalah jembatan yang menghubungkan antara Bandung Barat dan Cianjur. Jembatan ini konon katanya memiliki banyak cerita dan sejarah yang penting untuk disimak. Di Jembatan inilah dahulu kala terjadi banyak peristiwa berdarah seperti pemberontakan DI/TII dan pembuangan mayat PETRUS (PENEMBAK MISTERIUS) sekitar tahun 80an.

Kali ini host tayangan Indigo adalah Vannico Soekarno dengan nara sumber seorang gadis belia bernama Vellya yang di claim sebagai seorang “INDIGO”. Ketika ditanyakan apa yang dirasakan oleh Vellya, dengan sigap Vellya mengatakan merasakan hawa yang terasa berat seperti hendak memasuki medan perang, dan sebagai informasi lanjutnya, mereka sudah ditunggu kedatangannya oleh  “ Para Penunggu “ dari jembatan yang penuh misteri itu. Vellya juga menjelaskan bahwa makhluk yang menunggu mereka “SERAM-SERAM”. Ada yang tanpa kepala, ada pula yang mulutnya masih berdarah-darah.

Jembatan yang panjangnya hampir 500 meter ini memiliki keangkeran tepatnya ditengah-tengah dari jembatan tersebut.Entah ilmu dari mana lagi yang mengatakan bahwa ada 4 jenis darah, yaitu, darah merah, darah putih, darah hitam dan darah kuning. Jika darah merah memang benar ada menurut ilmu pengetahuan, demikian juga dengan darah putih, maka yang tak habis terpikirkan adalah darah berwarna hitam dan kuning. Mungkin tipe darah yang disebutkan yang tidak ada dalam kamus dunia ilmu pengetahuan dan hanya merupakan kiasan semata.

Vellya juga menceritakan ada korban Petrus yang sakit hati karena masih juga dibunuh walaupun sebenarnya dirinya telah bertobat, bernama Suprapto berusia sekitar 40 sampai 50 tahun. Dan ketika hostnya mengajak ke sisi lain dari jembatan, Vellya mengatakan bahwa tidak baik untuk berlama-lama disana karena dari bawah tempat itu seperti ada bisikan halus yang menarik agar manusia mau terjun kebawah (daya tarik). Berbeda dengan Vellya, Cahyaning, seorang gadis belia lain yang juga diclaim sebagai indigo mengatakan bahwa di jembatan itu banyak sekali makhluk bergerombol yang hendak menyerang. Ini lah yang menyebabkan kondisi Cahyaning jadi menurun drastis (drop).

Cahyaning juga mengatakan bahwa penelusuran mereka tidak dapat dilanjutkan karena makhluk tak kasat mata itu mengisyaratkan agar mereka segera balik kanan (meninggalkan jembatan itu). Benar saja, setelah selesai mengatakan itu, driver mereka kesurupan.Walau dengan gamblang dikatakan oleh driver itu sendiri bahwa kondisinya memang tidak fit ketika pergi ke tempat yang mereka kunjungi sekarang. Vellya menjelaskan bahwa driver itu dirasuki oleh penunggu dari daerah tersebut yang berwujud makhluk tanpa kepala.

Setelah Driver berhasil disembuhkan dari kerasukan, maka giliran Cahyaning sendiri yang kembali diserang dengan merasakan mual-mual. Vellya lalu mencoba untuk mengobati Cahyaning juga.

Cerita dilanjutkan dengan bertanya kepada kedua narasumber, Vellya dan Cahyaning. Vellya menuturkan bahwa dia baru mengetahui bahwa dirinya memiliki kemampuan alias INDIGO baru dua bulan belakangan ini. Sedangkan Cahyaning sejak duduk di bangku SMA kelas dua. Menurut penuturannya lagi, yang mengetahui bahwa dirinya adalah “indigo” adalah guru BP nya sendiri.

Namun dari cerita singkat keduanya, mereka beraliran interdimensional, yang konon katanya peka terhadap segala sesuatu yang berrhubungan dengan dunia suprnantural.

Satu dari mereka menceritakan mendapatkan vision alias penglihatan terhadap suatu mimpi. Adapun mimpinya ternyata menjadi kenyataan di kemudian harinya. Banyak kejadian supranatural yang dialaminya seperti bisa melakukan mediumisasi. Walaupun Vellya lebih bisa “mendengar” ketimbang “melihat”. Berbeda dengan Cahyaning yang lebih bisa “melihat” penampakan dari makhluk tak kasat mata daripada mendengar seperti rekannya Vellya.

Cahyaning sendiri sebenarnya enggan menceritakan “kemampuannya” kepada orangtua nya karena selalu mendapat tanggapan yang sama, bahwa semua nya hanya halusinasi saja. Berbeda dengan Cahyaning, Vellya malah sempat merasa tertekan (depresi) karena merasa dibullying dengan kemampuan yang dimilikinya. Saat itu Vellya sendiri belum sadar akan kemampuannya. Yang ada di pikirannya hanya mengakhiri hidupnya sendiri.Sungguh suatu dampak yang sangat besar dalam kehidupannya. Vellya mengganggap hidupnya tak berarti lagi disekeliling orang yang terus membicarakan tentang dirinya.

Ketika ditanyakan adakah pengalaman menarik yang berkesan, Cahyaning menyahut dengan menyebutkan “MERAPI”. Dia menuturkan telah bermimpi bahwa Merapi akan meletus, dan mimpinya tersebut telah didapatinya dua minggu sebelum Merapi benar-benar meletus. Dan Cahyaning pun sudah merasakan bahwa Mbah Marijan pun akan meninggal pada kejadian Gunung Meletus itu.

Mereka juga menceritakan ketika mereka berdua sedang bersama, salah satu dari mereka kerasukan. Dan arwah yang merasuk adalah arwah nenek Vellya sendiri. Sungguh suatu keajaiban, karena arwah orang meninggal bisa masuk ke tubuh manusia yang belum meninggal.

Kemudian cerita dilanjutkan dengan menyusuri salah satu waduk terbesar di Jawa Barat daerah Cianjur bernama Waduk Cirata.Ketika ditanyakan apa yang mereka lihat di sekitar waduk mereka mengatakan bahwa di tempat itu masih banyak arwah penasaran.

Dan ketika ditanyakan bahwa disekitar waduk itu ada daratan yang disebut Leuwih Mok, yang konon katanya ketika nelayan menebarkan jalanya dan hendak mengangkat jalanya, maka nampak bangunan megah keluar begitu saja. Cahyaning membenarkan bahwa hal itu memang terjadi. Hanya saja, para penunggu di tempat tersebut sudah memberi masukan kepada Cahyaning untuk tidak menceritakan lebih mendalam akan kejadian yang berbau supranatural tersebut karena makhluk halus yang berada di sana tidak menyetujuinya.

Ketika dilanjutkan ke tengah danau, dan ketika mereka sudah berada di sebuah daratan pun mereka berdua kewalahan karena mendapat begitu banyak serangan dari makhluk halus yang tidak suka dengan kehadiran mereka disana. Itulah tayangan Indigo yang mungkin saya bahas untuk terakhir kalinya, karena acaranya mungkin sudah tak ada lagi. Yang terakhir adalah tayangan dari Anggun, sorang gadis indigo yang dulu sudah pernah diprofilkan.

Sekarang giliran smile untuk membahasnya, dengan penalaran, logika, akal sehat dan keimanan kepada Tuhan Yang Esa.

Akhirnya setelah lama mencari tahu dan terus belajar akan teori dari INDIGO, smile akhirnya lebih menitik beratkan bahw Indigo hanya suatu ilmu yang membahas tentang “KELAINAN” dari seorang manusia mengenai bakat dan kemampuannya yang diluar rata-rata. Semua hal yang berbau supranatural tidak bisa sama sekali dibenarkan, karena semuanya adalah suatu kebohongan dan diceritakan dengan sebegitu dramatik sehingga nampak benar.

Tak ada kehebatan supranatural yang seharusnya dipertontonkan, karena indigo pada hakekatnya hanya sebuah istilah yang mengkotak-kotakan manusia yang satu dari manusia yang lain. Mereka dikategorikan memiliki kelebihan dibandingkan manusia normal lainnya. Menurut saya, seseorang bisa mempunyai kelebihan dan kemampuan luarbiasa  karena faktor genetika maupun faktor kebetulan. Semuanya kembali kepada kebesaran Tuhan Yang Esa.

INDIGO

BUKANLAH :Manusia super dan sakti yang diutus Tuhan.
Mereka hanya manusia yang memiliki kelebihan dalam hal hal yang kompleks.
Mereka hanyalah manusia yang punya bakat lebih dan cepat menerima masukan dan ilmu pengetahuan, maupun manusia yang sensitif dengan alam.
 

INDIGO tidak bisa sama sekali dilihat karena mereka beraura nila (nila adalah indigo dalam bahasa Inggris)
INDIGO hanya istilah yang diplintir sedemikian rupa yang berdasarkan alat buatan manusia yang berbasis teknologi. Dengan begitu sama sekali tidak bisa dibenarkan, karena yang dibicarakan dan diteorikan justru sesautu yang bertolak belakang dengan teknologi itu sendiri.

Jadi, apa itu INDIGO? Indigo adalah warna. Bukan sebutan untuk manusia apapun yang memiliki kemampuan super. Banyak manusia jenius yang tidak dikategorikan sebagai indigo, karena memang indigo bukanlah apa-apa dan Indigo bukanlah suatu kebenaran yang diakui dan disahkan sebagai kebenaran yang berlaku di dunia layaknya hukum relativitas.

Untuk itu, mereka yang merasa indigo, tentu saja telah termakan oleh teori tidak bertanggung jawab yang menyesatkan. Mereka hanya manusia biasa yang mungkin memiliki suatu pandangan yang berbeda dengan manusia lainnya. Kelebihan melihat makhluk tak kasat mata tidak bisa dibenarkan dalam ajaran Nasrani maupun ajaran Islami. Bahkan yang menyedihkan, mereka tidak tahu jika mereka sebenarnya tidak tahu apa-apa.

Mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka ketahui. Mereka tidak tahu dengan apa yang mereka tahu.

Mereka yang katanya adalah INDIGO sungguh-sungguh telah keluar dari jalur keimanan bagi yang merasa dirinya Kristen atau Muslim. Cobalah tengok kembali kitab suci Injl dan Kitab Suci Alquran. Tuhan tidak mewahyukan mereka sama sekali dalam kitab suci yang merupakan kitab suci dengan jumlah jemaat terbanyak di dunia itu.

Mereka juga terus terimajinasi dengan sesuatu yang tidak ada, dan sungguh tidak nyata. Mereka tidak bisa mengusir kerasukan karena yang katanya dirasuk seratus persen tidak pernah kerasukan. Mereka juga tidak bisa mempublikasikan semua ramalan, penglihatan,vision dan apapun namanya karena semua opini mereka muncul setelah kejadian atau suatu tragedi “TELAH” terjadi, Bukan “SEBELUM” tragedi terjadi.

Semuanya nampak mengada-ngada. Sampai usia saya hampir setengah abadpun tidak pernah melihat makhluk tak kasat mata, apalagi arwah penasaran. Kuburan dan hutan sudah saya jelajahi, rumah kosong dan gedung tua pun tak luput dari petualangan saya, namun tidak pernah saya temukan keberadaan makhluk halus seperti yang digembar-gemborkan mereka yang katanya ahli dalam hal supranatural.

Saya percaya adanya setan, karena saya percaya adanya Tuhan, namun saya tidak percaya dengan segala sesuatu yang tidak difirmankan dalam kitab suci baik Injil maupun Alquran. Karena semua cerita yang supranatural yang telah diceritakan tidak bisa sama sekali dibenarkan karena memang TIDAK BENAR dan terlalu mengada-ngada.

Semua mahluk halus ada karena Tuhan pun ada, namun tidak untuk menampakkan diri, melainkan hanya merayu manusia untuk berbuat dosa, dan menentang Tuhan. Mereka(setan/iblis/jin) tidak maha kuasa dan tidak maha tahu. Mereka tidak sakti sejak mereka dibiarkan berkeliaran di bumi. Mereka harus diperangi dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan, bukan dipercayai karena mereka bukan makhluk yang sempurna. Berbeda halnya dengan manusia yang sempurna dan mulia.

Masih banyak waktu untuk bertobat. Toh dengan tidak mengatakan diri indigo, hidup tetap berjalan dan tentunya kehidupan terus berlanjut. Sayangkan kepandaian yang jadi sia-sia karena terus menerus membicarakan suatu hal yang sama sekali tidak pernah ada. Semua penyihir, dukun, orang sakti yang benar - benar sakti hanya ada di film dan dongeng serta cerita yang diturunkan dari generasi ke generasi. Mereka tidak MAHA KUASA, dan bukan apa-apa.

Manusia, yang dikatakan makhluk Tuhan paling sempurna dan paling mulia, sudah seharusnya tidak mempercayai bahkan menyembah makhluk yang masih termasuk ciptaan Tuhan juga. Karena bukankah jika seseorang hendak berguru tentunya kepada guru yang paling hebat dan paling sakti? Untuk apa menjadi penyembah sia-sia karena menyembah bukan pada yang terutama, namun hanya pada ciptaan dari pencipta?

INDIGO, TIDAK ADA.
MEREKA BUKAN UTUSAN TUHAN YANG KATANYA BERJIWA TUA.
MEREKA BUKAN REINKARNASI DARI SIAPAPUN JUGA.

BERTOBATLAH, KARENA HARI PENGHAKIMAN SUDAH DIUJUNG TANDUK…..DIA AKAN DATANG MENGADILI SEMUA KEHIDUPAN MANUSIA.

Percaya atau tidak percaya, mereka seolah terobsesi dengan ilusi dan sugesti yang akhirnya membuat celah bagi para “makhluk jahat” untuk terus memanipulasi pikiran manusia sehingga mereka seperti memiliki ‘GIFT” namun sebenarnya mereka sama seperti manusia lainya yang normal.

Jika kita percaya pada GIFT atau pemberian yang diberikan sang Pencipta kepada manusia tertentu, maka semua firman yang tertuang dalam kitab suci yang tentu saja kita imani sebagai benar dan amin menjadi basi dan tidak konsisten lagi. Berbeda dengan ketika di-adakannya doa bersama, atau tabliq akar, yang tentu saja mengundang kehadiran Sang pencipta sendiri, sehingga segala mukjizat tentu saja dapat terjadi.

Perhatikan tayangan lainnya yang melakukan mediumisasi memanggil makhluk astral,bukankah nampak sekali dramatisasinya? Bagi pemuka agama yang benar-benar memahami kitab suci mereka tentunya akan tertawa melihat tayangan yang benar-benar keblinger, dan membuat banyak kebohongan publik tersebut.

Namun karena semuanya berkiprah dalam dunia yang tidak real. Maka tak ada satu pun kajian hukum yang dapat dibebankan kepadanya. Hanya satu pengadilan yang dapat mengurus semua kasus penyelewengan tersebut. Mau tahu pengadilan apakah itu?

Tentu saja hanya satu. Pengadilan Akhirat nanti.

Banyak yang berpikir bahwa semua yang didapatkan anak-anak yang diclaim sebagai indigo adalah sebuah GIFT dari sang pencipta. Itu menurut persepsi mereka tanpa dilandasi dari kebenaran kitab suci Injil dan Alquran.

Jika mereka yang membuat statement itu membaca lebih mendalam tentang kitab suci dari masing-masing kepercayaan mereka akan kedua agama terbesar didunia itu, maka tentunya mereka akan segera menganulir semua statement mereka karena memang sangat bertolak belakang dengan semua ajaran dari kitab Suci tersebut.

Jika mereka percaya arwah gentayangan lalu apa istilah alam barzah bagi mereka? Jika mereka percaya ada hantu gentayangan, lalu apa istilah alam penantian bagi mereka?

Jika mereka tidak tahu lebih baik tidak beropini, karena opini yang tanpa dilandasi dari sesuatu kebenaran absolut yaitu kitab suci, akan menjadi suatu opini warkop yang sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Namun celakanya, obrolan warkop yang diturunkan dari generasi ke generasi tersebut lebih dipercayai sebagai suatu kebenaran daripada ajaran kebenaran itu sendiri (Kitab Suci).

Lalu bagaimana dengan penyembuhan yang dilakukan tak sedikit dari anak-anak yang di cliam sebagai indigo tersebut? Menurut kita yang percaya kepada kebesaran Tuhan tentunya kesembuhan itu bukan datang dari mereka,namun datang dari Tuhan karena belas kasihan Tuhan sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Pemurah dan Maha Penyembuh. Atau ada yang berani mengatakan kesembuhan itu datang dari mereka dan bukan datang dari Tuhan?

Apakah melalui mereka? Doa orang banyak akan didengar Tuhan, karena Tuhan Maha Pendengar. Tuhan tidak pernah Tidur dan sangat mengasihi semua manusia didunia ini. Bisa melalui mereka jika mereka dekat dengan Tuhan seperti para pengerja di dalam agama Kristen seperti para pendoa, pelayan Tuhan, Hamba Tuhan, baik pendeta, pastur, biarawati. Dan juga bisa melalui pendoa, ustads, kyai, dalam ajaran Islam. Kesembuhan diberikan melalui mereka untuk menunjukkan kebesaran Tuhan.

Sebenarnya setiap manusia memmpunyai hubungan pribadi dengan Tuhan nya masing-masing, jika mereka taat dan mempunyai iman yang kuat, berdoalah sendiri maka Tuhan pun akan memberi apa yang kita minta asalkan kita beriman kepadanNya dengan segenap hati kita.

Coba renungkan kalimat ini baik-baik.
MINTA LAH KEPADA TUHAN SESUATU YANG TIDAK MUNGKIN BAGI MANUSIA, SESUATU YANG IMPOSSIBLE, SESUATU YANG TAK PERNAH KITA BAYANGKAN TERJADI  bagi kehidupan kita,karena Tuhan itu MAHA SEGALA-GALANYA. Tuhan lah yang membuat semua yang TIDAK MUNGKIN menjadi MUNGKIN melalui MukjizatNya.

JANGAN TAKUT UNTUK MENCOBA, karena hanya iman percaya lah yang membuat semua mukjizat terjadi bagi kehidupan kita, bukan karena kehebatan manusia, namun karena belas kasihan Tuhan pada semua manusia ciptaanNya.

Semoga banyak yang tersadar dan terbuka pikirannya setelah membaca tulisan ini, karena hanya perkataan yang telah disuratkan dan disiratkan dalam kitab suci lah yang patut kita percayai sebagai suatu standar kebenaran bagi keimanan dan akal sehat kita.

By smile
5 Desember 2012
The Last episode Of INDIGO

Baca Selengkapnya ....

GURU itu : PENGAJAR, BUKAN PENGHAJAR

Posted by Unknown Sunday, 28 October 2012 0 comments

Kurikulum pendidikan di Indonesia yang tidak efektif akan mulai diefektifkan, karena rencananya untuk tahun 2014 nanti, kurikulum untuk sekolah dasar akan dirubah, dan mata pelajarannya hanya tinggal tujuh saja.

Petikan dari kompas :
"Mata pelajaran SD nanti adalah Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika, Kesenian, Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan, serta Pengetahuan Umum," kata Suyanto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/10/2012) di Jakarta.

Untuk kelas 1 sampai dengan kelas 3 SD akan meniadakan pelajaran Bahasa Inggris. Jadi untuk adik-adik boleh mulai bernapas lega karena ketidakefisienan dari banyaknya mata pelajaran akan segera dipangkas habis-habisan.

Mata pelajaran Bahasa Inggris tidak akan lagi dimuat dalam kurikulum wajib untuk siswa sekolah dasar (SD) yang akan diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran 2013-2014. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, mata pelajaran ini ditiadakan untuk siswa SD karena untuk memberi waktu kepada para siswa dalam memperkuat kemampuan bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing.

“SD tidak ada pendidikan Bahasa Inggris karena Bahasa Indonesia saja belum ngerti. Sekarang ada anak TK saja les Bahasa Inggris. Kalau bahasa kasarnya, itu haram hukumnya. Kasihan anak-anak,” kata Musliar, di Park Hotel, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Semoga saja peringkat pendidikan Indonesia dari peringkat 69 dunia akan bisa mulai naik menjadi peringkat yang lebih baik tentunya. Selain itu karena terlalu banyak mata pelajaran membuat murid-murid menjadi tidak fokus dalam menghadapai pelajaran yang begitu banyak tersebut.

Selain itu , banyak sekali faktor yang sudah terlanjur salah dipersepsikan turun temurun dari generasi ke generasi mengenai  anak yang pandai menghapal pasti jadi juara kelas, dan hidupnya pasti sukses dikemudian hari.

Namun pada kenyataannya, suka atau tidak, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Dalam artian, tidak selamanya anak yang tidak berprestasi dan tergolong tidak pandai di sekolah akan menjadi orang yang pasti tak berguna dikemudian hari. Banyak anak singkong yang menjadi orang besar ketika dewasa. Banyak orang yang tak berpendidikan tinggi pun bisa sukses melebihi orang yang ketika sekolah tergolong pandai dan menjadi kumpulan dari murid-murid unggulan. 

Banyak pendidik yang masih menganut suatu paham yang salah yang diturunkannya kepada murid-murid tanpa pernah melihat dari sisi seorang murid.

Mari kita buka habis-habisan tindakan seenaknya dari pendidik yang menyebut diri mereka pengajar. Mereka haus akan kehormatan sehingga mereka ingin selalu dihormati oleh murid-murid mereka ketimbang menjadi akrab dengan mereka. Ada suatu paradigma bahwa seorang guru harus menjaga wibawa dan gengsi sehingga terjadi suatu GAP yang cukup kentara antara murid dan gurunya sendiri.

Seorang guru kadang tidak pernah memahami dunia murid namun murid harus memahami perangai setiap guru. Dari kecil mereka sudah di-didik untuk menjadi penjilat, karena siapa yang dekat dengan gurunya akan mendapat perhatian lebih dan siapa yang kaku bergaul dan tidak cengangas-cengenges akan diasingkan dan dianggap sebelah mata oleh guru mereka sendiri. Itulah proses pembentukkan karakter yang ngaco belo sehingga pada akhirnya terbentuklah pribadi-pribadi sontoloyo yang suka menjilat kanan dan kiri dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Pelajaran yang paling penting yaitu pelajaran agama pun sangat tidak efisien karena kebanyakan mereka hanya memberikan teori tanpa pernah menekankan apa yang diajarkan untuk dipraktekkan kedalam kehidupan keseharian mereka. Jika menjawab soal agama, sangat mudah untuk mendapatkan nilai yang baik. Caranya dengan menjawab semunafik mungkin tentang kebaikan, maka nilainya pasti akan tinggi. Yang lebih lucu lagi, membohong demi nilai dianggap sah sekalipun seorang guru tahu jika murid-muridnya sedang menjilat.

Mengenai banyaknya mata pelajaran dan waktu ulangan atau test yang sangat rapat terkadang sama sekali tidak memperhatikan daya pikir seorang murid dalam menghadapi test atau ulangan yang begitu banyak dalam seharinya. Seorang guru hanya mengajarkan satu pelajaran. Mereka sangat menguasai satu pelajaran yang mereka berikan. Sedangkan murid harus memahami semua pelajaran yang diberikan oleh guru-guru mereka.

Yang jadi suatu tantangan, Bisakah guru Bahasa Indonesia diberikan soal Sains atau IPA? Atau bisakah guru kesenian diberikan soal fisika? Mereka akan nampak bodoh dan kemungkinan besar tidak akan bisa menjawabnya. Lalu bagaimana dengan murid? Mereka dipaksa, mau tidak mau, suka atau tidak suka, sanggup atau tidak sanggup, siap atau tidak siap untuk menerima dan terus menerima semua pelajaran yang diberikan dan terus dijejalkan ke otak mereka. 

Jika demikian betapa tidak adilnya kehidupan ini.
Mereka tidak pernah memiliki empati dan merasakan bagaimana rasanya sehari menjadi murid.

Selain itu, saya sangat muak jika menghadapi guru yang sok idealis. Karena menghadapi mereka ibarat melihat wc, ingin kencing dan buang air saja disana. 

Mereka meminta dengan paksa setiap muridnya untuk menjalankan semua perintah gurunya dengan tanpa kecuali. Seperti menghapal catatan yang diberikan gurunya dengan syarat harus teks book. Jika tidak sama dengan catatan gurunya lalu disalahkan tanpa ampun ketika diadakan test atau ulangan. 

Atau ketika mengerjakan soal matematika harus mengikuti langkah kediktatoran seorang guru. Jika tidak mengikuti cara yang mereka (para pengajar) berikan maka tanpa ampun, hasil yang benar pun akan disalahkan tanpa kecuali. (kecuali anak pejabat, atau anak petinggi, atau mungkin anak pemilik yayasan dari sekolah itu sendiri)

Bagaimana jika tantangan lain muncul dari para murid,jika murid yang membuat soal dan guru yang mengerjakannya?

Dalam sehari, bisa dilangsungkan tiga buah test yang bahannya satu mata pelajaran bisa tiga sampai lima bab (tentunya bisa mencapai ratusan halaman). Lalu bagaimana mereka belajar? Apakah mereka harus ronda semalaman tanpa tidur karena bahan test yang begitu membabi buta?

Apakah para pengajar itu mau tahu kesulitan dan penderitaan murid-murid?

Bagaimana jika keadaan dibalik saja? Para pengajar itu disuruh menjalani test dengan bahan-bahan yang sebegitu banyak? Apakah mereka yakin akan mendapat nilai seratus atau mendapat nilai A+? TIDAK AKAN! IMPOSSIBLE!

Mereka hanya memikirkan ; “ingin cepat selesai” agar tugas mereka dalam memberikan test cepat selesai juga, dan sekolah cepat libur. Tapi bagaimana penderitaan murid-murid itu sendiri ? Belajar tanpa harus kenal lelah dan seakan otak mereka adalah robot-robot tanpa nyawa yang hanya terbuat dari besi saja. Mereka manusia, juga anak-anak anda sendiri!

Jangan terus memeras mereka seperti mereka adalah obyek dan selalu menjadi obyek ekploitasi kepentingan semata. Berikan mereka ruang gerak yang baik dan berikan mereka hak yang layak sebagai seorang murid yang tentunya juga ingin menjadi pandai.

Menjadi pandai bukan terus dengan menghantam mereka tanpa batasan yang pantas dengan menjejali otak mereka dengan semua pelajaran yang banyak bertele-tele tersebut.

Mari, pengajar yang baik, milikilah simpati juga empati kepada para murid – murid yang tentunya adalah anak- anak anda sendiri. Jangan tumpahkan kekesalan rumah tangga anda kepada mereka, jangan tumpahkan semua kehendak egois anda juga kepada mereka. Sayangilah mereka sebagai laskar pelangi anak bangsa yang punya mimpi mereka sendiri.

Mendidik mereka dengan kasih sebagai pengajar dan sebagai orang tua, bukan sebagai sosok yang gila akan penghormatan.Oemar Bakri memang hanya sebuah lagu, tapi apakah salah jika sosok Oemar Bakri bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru yang ada di negeri ini untuk bisa lebih baik dan lebih manusiawi kepada para murid mereka sendiri?

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, jangan jadikan semboyan itu bergeser menjadi guru adalah diktator tanpa nurani pencetak manusia bobrok!!!

Banyak guru yang baik namun tak kalah banyak guru yang memalukan dunia pendidikan itu sendiri. Pendidikan tak akan pernah maju tanpa kehadiran seorang guru, namun perlu diingat, pendidikan pun tak akan maju tanpa adanya murid, karena siapa yang mau belajar?

Jangan puas untuk bisa berlaku baik menjadi guru dalam sehari, namun dedikasikan lah semangat mengabdi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang mencerdaskan bangsa tanpa pamrih, karena itu salah satu bekal menuju kehidupan sorgawi, dan suatu keberhasilan bagi setiap pribadi sebagai pengajar dalam mencetak manusia Indonesia yang luhur dan mulia dimasa depan nanti.

Jika Guru kencing berdiri, murid tentu kencing berlari, haruskah pepatah itu menjadi kenyataan dan terealisasi?

Saatnya anda memilih, dengan hati nurani, dengan martabat mulia sebagai seorang pengajar, bukan penghajar!!!

Karena masih banyak guru-guru berhati mulia diluar sana yang mengajar dengan dedikasi yang tinggi demi negeri tercinta ini


Tulisan ini terinspirasi dari banyaknya curahan hati murid-murid sekolah yang bercerita dari hati ke hati, kadang diselipi oleh linangan air mata mereka yang begitu murni,…semoga banyak yang tergugah dengan menceritakan cerita ini kesemua khalayak sehingga mereka yang menyebut diri mereka pengajar bisa menjadi pengajar berhati mulia, bukan menjadi penghajar yang durjana….

by smile

Baca Selengkapnya ....

ANAK INDIGO 41 ( VERSI OSA - GARUT - JAWA BARAT )

Posted by Unknown Tuesday, 23 October 2012 0 comments

DILARANG MENCOPAS ARTIKEL INI TANPA IZIN DARI ADMIN.MENGCOPAS TANPA IJIN ADALAH PENISTAAN TERHADAP KARYA ANAK BANGSA….



Tayangan kali ini mengungkap tentang legenda si Rawing, seorang jagoan tempo dulu. Narasumber nya adalah seorang pemuda yang bernama Osa, yang diclaim memiliki kemampuan supranatural. Osa adalah seorang pemuda yang dikategorikan sebagai indigo, berusia 15 tahun dengan postur tubuh yang sanga besar untuk anak seusianya.

Osa mendeskripsikan tentang sosok Rawing yang setengah berbadan manusia dan setengah berbadan ikan. Tingginya kurang lebih 160 cm. Setelah berinteraksi dengan si Rawing, Osa kemudian menceritakan sejarah dari si Rawing. Konon katanya, pada jaman dahulu, si Rawing hanyalah manusia biasa seperti anda, dan juga saya. Namun karena keinginannya untuk memiliki ilmu lebih dari pada orang biasa,Rawing mengadakan pejanjian dengan siluman yang berada di situ tersebut untuk bisa berilmu tinggi.

Namun ketika ilmu akan diberikan, Rawing tidak kuat menerimanya, sehingga meninggal dengan tidak sempurna, yang pada akhirnya menjadi bergentayangan. Dan ketika Osa selesai bercerita tentang hal tersebut, salah seorang pengunjung yang menyaksikan tayangan dilokasi tersebut tiba-tiba terjatuh dan kerasukan. Dengan gaya ala pendekar sakti, Osa lalu mendekati dan mencoba berkomunikasi dengan makhluk yang merasuk terhadap salah satu pengunjung tersebut. Orang yang kerasukan tersebut melotot dan marah kepada Osa, dan menanyakan kenapa Osa mengganggu ketenangannya disana.

Osa pun  dengan sigap menjawab dengan bahasa Sundanya, bahwa dirinya tidak ingin mengganggu, hanya saja ingin menanyakan tentang cerita dari tempat tersebut. Dan ketika Osa menanyakan siapakah makhluk yang merasuk tersebut, dengan menggeram, orang yang kerasukan tersebut menjawab, bahwa dirinya adalah si Rawing. Osa mencoba mengeluarkan makhluk yang merasuk tersebut, sayang, makhluk tersebut bukannya keluar, malah tertawa seolah mengejek Osa.

Lagi-lagi dengan jurus ala pendekarnya, Osa kembali mengusir makhluk tersebut. Namun dikali keduanya, tetaplah tidak berhasil. Ketika menghadapi warga yang kerasukan tersebut, Osa terus menerus berkata, tidak bermaksud mengganggu dengan kehadirannya di tempat tersebut, yang pada akhirnya masuklah makhluk lain yang katanya bernama Rahung. 

Sambil terus merangkak seperti macan, warga yang kerasukan tersebut mengatakan bahwa dirinya adalah Rahung pendidik Rawing.Dengan bersusah payah Osa mengusir keluar makhluk tersebut, namun tetap tak berhasil, berbeda dengan cerita anak-anak indigo lainnya yang dengan kehadiran mereka saja, semua makhluk itu ngibrit dan lari tunggang langgang.

Untung saja datang pak Ustad yang langsung mengusir makhluk yang merasuk ketubuh warga tersebt, dan berhasil. Osa masih terlalu kencur untuk bisa mengusir makhluk yang merasuk ke tubuh orang lain, apalagi dengan pengusiran yang tak berhasil tersebut, tangan Osa malahan menjadi sakit karena katanya menerima serangan dari makhluk tadi. 

Pak Ustad yang bernama Aar Sumardi menjelaskan bahwa yang masuk pertama kali ke tubuh warga tersebut adalah sebangsa jin, dan yang kedua adalah siluman. Ketika ditanyakan mengapa warga tersebut bisa kerasukan, beliau menjelaskan bahwa pikiran dari warga tersebut kosong, sehingga makhluk halus yang berada di tempat tersebut memilih untuk merasukinya.

Selain itu Osa juga memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit orang lain yang tidak terdeteksi medis. Kemampuan yang didapatnya ini sempat membuatnya mengeluh kepada ibundanya kenapa Osa tidak seperti anak yang lain, namun memiliki kemampuan yang lebih dari anak lainnya. Ibunda dengan mengucurkan air mata menjelaskan, bahwa semuanya harus disyukuri sebagai pemberian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Ibundanya pun menganjurkan Osa untuk rajin beribadah, agar semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga Osa bisa mengerti kenapa dirinya diberi kemampuan lebih dibanding anak lainnya. Ibundanya pun kembali memberi pandangan dan nasehat, bahwa Tuhan tentunya memberi kemampuan lebih kepada manusia untuk bisa berguna bagi manusia lainnya.

Osa membuka pengobatan yang berpraktek di rumahnya sendiri. Seperti dituturkan sebelumnya, pengobatan yang dilakukan Osa kebanyakan adalah pengobatan yang berbau non medis. Semuanya karena masalah gaib dan tidak ada dalam ilmu kedokteran. Osa juga konon katanya telah dapat melihat penampakan dari makhluk yang tak kasat mata sejak berusia 8 bulan. Dan ketika dirinya melihat makhluk yang tak kasat mata tersebut,ibundanya lah yang dimintakan membaca ayat kursi, sehingga Osa menjadi tenang kembali karena makhluk tersebut tentunya jadi menghilang.

Osa juga mengatakan banyak melihat makhluk tak kasat mata karena di rumahnya ada pohon beringin. Makhluk itu pun beraneka ragamnya, dari mulai kuntilanak,buta ijo dan masih banyak lainnya. Osa juga menjelaskan, Buta ijo itu tidak selalu berwarna hijau, melainkan ada yang berwarna merah dan hitam.

Karena kegalauan yang erapkali dialami Osa dalam melihat makhluk yang tak kasat mata, ibundanya membawa Osa kepada kerabatnya agar bisa diobati untuk tidak melihat makhluk yang tak kasat mata tadi. Singkat cerita, akhirnya dengan pengobatan yang dilakukan, Osa tidak melihat lagi makhluk halus, yamg erap kali mengganggunya.Namun orang itu berpesan, suatu ketika, penglihatan Osa bisa saja terbuka kembali, namun itu tidak berbahaya bagi Osa.

Makin lama setelah Osa bertumbuh dan menjadi semakin dewasa, kemampuan itu kembali lagi dan itu terjadi sampai saat ini. Osa juga kembali mencertitakan pengalamannya meneropong seorang anak yang divonis berpenyakit jantung, sehingga harus dipasang ring sebanyak 7 buah karena kebocoran yang terjadi pada jantungnya. Dengan teropongannya, Osa mengatakan bahwa anak yang mendertita jantung itu bukan semata-mata menderita penyakit jantung, akan tetapi ada makhluk halus yang berasal dari sekolahnya menempel di badan anak tersebut. Osa juga menjelaskan makhluk halus yang masuk ke dalam tubuh manusia biasanya masuk melalui pembuluh darah.

Dengan hanya meminumkan air putih dan mengeluarkan makhluk astral yang menempel ditubuh anak tersebut, tubuh anak itu akhirnya sembuh dan terbebas dari sakit jantung yang dideritanya hingga sekarang.

Osa yang bisa mengobati penyakit juga bisa mengusir makhluk halus tentunya. Suatu ketika kerasukan terjadi pada teman sekelasnya, dengan membantu, Osa akhirnya bisa mengeluarkan makhluk yang merasuk dengan  dibantu gurunya sendiri.

Ketika melakukan pengusiran pun Osa selalu dibantu oleh makhluk yang tak kasat mata yang berada dipihaknya, jumlahnya tergantung dari makhluk astral yang dihadapinya. Jika banyak, maka yang membantu Osa pun akan lebih banyak, demikian dituturkan oleh Osa sendiri kepada host yang mewawancarainya.

Akhir kata,ibunda Osa berpesan,kepada semua orang tua yang memiliki anak seperyti dirinya, untuk bersykur kepada Tuhan, dan mensupport anak-anak mereka,serta menguatkan hati mereka (anak-anak) agar tidak merasa sendiri, dan isnya Allah, akan ada manfaatnya bagi semua pihak.
Osa sendiri pun mempunyai visi dan misi. Visinya adalah  ingin membantu orang, dan misi nya adalah memperjuangkan anak-anak indigo yang ada, karena biar bagaimana pun mereka ada, termasuk Osa sendiri tentunya.


Osa, adalah pemuda yang baik, menurut penglihatan dan analisa saya. Kenapa saya menyebutkannya demikian? Karena niat membantu orang adalah suatu perbuatan yang sudah merupakan suatu perbuatan baik. Niat saja sudah baik, apalagi tentunya dengan realisasi, akan jauh lebih baik dan bermanfaat bagi sesama. Apa yang dialami Osa, tentunya banyak dialami oleh anak-anak yang diclaim sebagai indigo seperti dirinya. Yang jadi pertanyaan, kenapa sebegitu banyak anak indigo yang ada di dunia ini? Jika di Indonesia saja jumlahnya sudah banyak, bagaimana dengan diseluruh dunia? Bukankah pada kenyataannya jumlah mereka menjadi sangat banyak? Lalu siapa yang akan dibantu jika semua mengclaim dirinya indigo?

Sebenarnya tidak ada yang tidak suka untuk disebut indigo, karena tentunya indigo itu tingkatan kemampuannya diatas manusia rata-rata. Jadi adalah bohong jika orang yang diclaim indigo menjadi minder dan merasa tidak suka dirinya disebut indigo. Bukankah mereka adalah orang-orang pilihan yang berjiwa tua, yang diutus kedunia untuk membantu umat manusia dengan semua GIFT yang diberikan Tuhan yang MAHA KUASA? Bukankah dengan demikian mereka merasa lebih hebat dari manusia normal lainnya? Sebagian beropini ya, dan sebagian tentunya akan beropini tidak.

Menurut saya, istilah indigo hanya sebuah pelabelan yang bukan merupakan suatu ilmu pasti. Suatu reka mereka yang tidak diakui kevalidannya di dunia, layaknya rumus E = MC². Untuk itu indigo atau tidak semuanya hanya sebuah kilasan berita yang lebih mengarah ke gossip.Seperti halnya dengan penemu istilah indigo sendiri yang  pastinya bukanlah seorang yang berpegang teguh pada suatu ajaran agamawi.

Sampai buah semangka berdaun sirih, pun segala hal yang tidak sejalan dengan yang disebut dengan firman Tuhan, menurut saya adalah sebuah dongeng tak berakhir yang tidak bisa dianggap sebagai suatu kebenaran. Melihat makhluk tak kasat mata, walau sudah seringkali saya tulis sebagai suatu kebohongan pun tetap muncul dan selalu muncul orang yang mengclaim bahwa dirinya dapat melihat sesuatu yang tak kasat mata. Jika benar dan merasa yakin, lalu, apakah pernyataan ini menjadi tidak benar?

Menurut Imam Syafi’i: “Barangsiapa yang mengaku dirinya bisa melihat jin (dalam bentuk aslinya), maka kami tolak kesaksiannya(lebih tepatnya adalah pembohong karena berdusta), kecuali dia seorang nabi” (Fathul Bari).

Lalu apakah mereka yang diclaim sebagai indigo adalah seorang nabi? Jika ya, tentunya lagi lagi apa yang dikatakan dalam kitab Suci ALQURAN menjadi invalid. Mengapa demikian? Karena hanya nabilah yang dapat melihat jin.Dan Dalam ajaran Islam menyakini tidak ada nabi terakhir selain dari pada Nabi Muhammad SAW.

Apakah ini menjadi sebuah polemik? TIDAK!
Karena manusia memang tidak dapat melihat makhluk yang tak kasat mata.Jika dalam tayangan tertentu tertangkap penampakan dari makhluk yang tak kasat mata, lalu bagaiamana?

Sangat simple, apakah anda melihatnya dengan mata telanjang secara langsung? Bukankah anda melihatnya dilayar kaca? Kenapa spiderman bisa bergelantungan dan superman bisa terbang? Kenapa setan juga bisa menampakkan diri? Karena semuanya hanya ada dalam film, dalam sebuah tampilan pertunjukan baik dilayar perak ataupun layar kaca. Berkali kali ditunjukkan penampakan dari makhluk halus dalam acara tertentu, yang menurut saya hanyalah sebuah permainan trik dalam dunia perfilman, bukan pada kenyataannya.

Lalu apakah saya akan mengatakan bahwa makhluk halus tidak ada? Tentu saja ADA! Jika kita mempercayai Tuhan yang gaib, tentunya kita juga harus mempercayai seteru Tuhan yang sama-sama gaibnya alias tidak nampak. Jika dalam kasus ini seorang Osa terus kekeh jumekeh dapat melihat makhluk halus, saya pun bisa melihat makhluk alien. Tentu anda akan berkata saya membual dan Osa tidak. Lalu kenapa saya tidak mengatakan diri saya sendiri sakti? Karena perlu anda tahu, saya hanya membual. Lalu apakah Osa membual? Saya tidak bisa menjawab, dan silahkan pembaca yang budiman bisa menjawabnya sendiri.

Dibalik semua yang dituturkanya, ada sebuah paradigma yang terus diterima dari generasi ke generasi sehingga melekat dalam cara pandangnya dalam menyikapi akan semua yang terjadi di dunia ini yang tentunya berhubungan dengan dunia gaib, sehingga semuanya akan menjadi suatu kepercayaan bak sebuah keimanan yang tidak bisa dihancurkan oleh pengetahuan apapun.

Itulah kehidupan sosial dan kebudayaan kita yang terus menerus dari generasi ke generasi mengajarkan semua tentang dunia gaib yang masih KONON katanya, sebagai suatu kebenaran, sehingga cara pandangpun akan selalu setuju dan tertarik dengan dunia gaib sebagai dunia yang memang luarbiasa menakutkan bagi kehidupan manusia. Dan jika kita tidak percaya maka kita akan dicap kualat dan akan dicap sebagai orang yang sombong.

Namun beranikah anda bersikap layaknya anda berkata TIDAK UNTUK NARKOBA, atau berkata TIDAK UNTUK KORUPSI? Dengan konsekuensi anda akan dicap orang yang sombong?

Akan tetapi jika Osa tetap bersikeras bahwa dirinya dapat melihat makhluk astral, dan mengobati semua penyakit baik medis maupun non medis,semuanya kembali kepada Osa sendiri dan juga kepada semua orang yang merasa beruntung telah dibantu oleh Osa. Apapun yang Osa lakukan pada dasarnya baik, walaupun beberapa cara pandangnya sama sekali tidak sejalan dengan apa yang saya pikirkan.

Perlu pembaca tahu, bahwa saya tidak berpikir dengan cara berpikir saya sendiri, karena saya menjadikan kitab suci sebagai sumber kebenaran dari semua pemahaman yang saya tuangkan. Jika saya kemudian dicap tidak benar, tentunya kitab suci dari agama-agama yang saya jadikan sebagai sumber kebenaran dalam saya mengungkap semua hal ini juga adalah tidak benar. Dan jika tidak benar, beranikah anda mengatakan dengan gamblang bahwa apa yang saya tuliskan salah karena bersumber dari ajaran kitab suci agama-agama besar yang ada di dunia diantaranya INJIL DAN ALQURAN?

INDIGO hanya sebuah pelabelan tak jelas made in Amerika yang tak pantas disandangkan kepada siapa saja, karena semua teorinya bertolak belakang dengan apa yang diajarkan dalam kitab suci.

Berjiwa tua?
Utusan Tuhan?
Beraura Nila?
Terus, apakah saya harus bilang wow, gitu?

Silahkan mencernanya dengan porsi masing-masing.Karena semua yang terjadi di dunia tentunya diijinkan terjadi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.Dan sebagai pengingat, apakah Tuhan pernah berbohong? Jika Tuhan berkata -kata tentu semuanya itu akan disebut sebagai firman. Jika Tuhan mengatakan A, tentunya selamanya akan selalu A. Demikian juga semua yang diungkapkan sesuai dengan apa yang sudah difirmankan Tuhan dalam setiap kitab suci dari masing-masing agama baik Kristen, Katolik, maupun Islam, bukan karena himat dan pemikiran sendiri tanpa dilandasi kitab suci sebagai standar kebenaran.

Salam,
smile

Baca Selengkapnya ....
ricky pratama support eva's blog - Original design by Bamz | Copyright of Tentang Indonesia.