MANUSIA ABAD INI

Posted by Unknown Thursday, 11 July 2013 0 comments

Sebuah iklan berkata tentang susahnya jadi orang dewasa, walaupun sebenarnya, makna yang dimaksudkan adalah banyaknya kemunafikan yang tertinggal di dalamnya. Banyak orang muda yang mau dilihat sebagai esmud.Esmud yang sukses, dan bergaul serta menjalani kehidupan dalam kemajuan teknologi. Memegang laptop, ataupun ipad,dan ingin kelihatan eksis, lalu nongkrong di café yang berfasilitaskan wi fi gratis. Cari menu minuman termurah, yang bisa diminum berlama-lama, sehingga ngirit dan bisa terus menggunakan wifi gratisan.

Clubbing, biar nampak gaul, walaupun untuk minumnya sampai minum air keran di toilet. Ataupun berlagak punya banyak uang walaupun sebenarnya hutang kanan dan kiri. Joget bak selebritis dan esmud yang trendy, walau sebenarnya kantong cekak ga punya duit.Penampilan sangat penting untuk jaman sekarang ini, karena sebagian orang judge book by the cover dalam melihat orang lain.

Banyak juga yang berbicara keras baik saat menelpon ataupun saat berbincang dengan rekan lainnya ketika berada ditempat umum, untuk menunjukkan ke-eksis-an dan menunjukkan kesuksesan, bicara proyek besar walaupun sebenarnya kosong dan hampa.

Kehidupan biasanya penuh dengan fatamorgana dan sejuta kepalsuan. Namun semua terasa biasa saja karena tuntuntan jaman yang sudah berubah.Akhlak, tak lagi diperlukan, bahkan nyaris disisihkan. Bayangkan, hidup dalam kemunafikan dan selalu hidup dalam kepalsuan.

Menjadi pahlawan pun suatu hal yang amat langka dilakukan pada jaman ini. Karena apa? Karena akhlak mulia sudah menjadi hal langka yang tak biasa lagi  untuk dilakukan.Banyak orang yang ingin terkenal dengan menyebut suatu hal yang tak lazim lagi. Contoh sederhana seperti menjadi seorang penyanyi, lalu melabeli dirinya sendiri dengan sebutan putri, princess, bidadari atau lainnya.Padahal jelas-jelas mereka hanya manusia yang kecil, sekecil pasir dimata Sang Pencipta.

Kebutuhan hidup manusia sangat berubah seiring berjalannya kemajuan dalam dunia ini.Hal – hal tabu tidak lagi menjadi tabu bahkan sering menjadi hal yang amat sangat biasa-biasa saja. Sex bebas, pesta sex, bukan menjadi suatu hal yang langka, namun banyak sekali ditemui dalam peradaban manusia khususnya di kota besar. Menjadi simpanan orang, menjadi istri kedua, ketiga,keempat, menjadi lesbian, menjadi gigiolo, ,menjadi psk,seolah bangga dan tak punya malu.

Di jaman yang sudah carut marut ini, para pemuda ataupun pemudi yang hanya karena ingin dicap eksis rela melakukan segala cara walaupun sebenarnya yang dilakukan adalah kemunafikan, maupun kebohongan.

Jika mental anak muda sudah sedemikian bobrok, bagaimana masa depan bangsa ini? Apakah anda melihat dan mendengar berita tentang penjarahan yang dilakukan mahasiswa? Mereka berdemo dengan maksud menjarah? Sungguh lucu. Jika yang tua sudah rusak dan membatu, ditambah yang muda sudah penuh kemunafikan dan kebohongan, lalu apa yang selanjutnya akan terjadi dengan anak-anak kita? Menjadi germo dan menjajakan diri sebagai PSK, seperti yang pernah diberitakan oleh media?

Bayangkan, ketika ulamapun sudah mulai gemar menjadi selebritis, masuk tv dan menjadi bintang iklan, serta mengajak umat untuk memakai suatu produk tertentu dengan mengatasnamakan kegiatan dalam suatu agama, apalah lagi namanya kalau bukan kebejatan moral?

Semua orang ingin menjadi bos, berbicara pake bahasa inggris, biar kelihatan keren dan eksis. Banyak yang punya penyakit lupa! Lupa akan bahasa sendiri, karena bahasa sendiri dirasa kurang bonafit dan seperti sudah menjadi suatu bahasa usang yang ketinggalan jaman.

Peradaban membuat manusia makin hidup tanpa akhlak. Tanpa rasa malu.Mungkin suatu saat nanti, Tuhan tidak akan lagi menciptakan dubur, karena manusia sudah tak tahu malu lagi.Terbayangkah karena kebobrokan manusia Tuhan hanya menciptakan satu mulut untuk makan dan juga untuk berak? Jika itu sampai terjadi, mungkin dunia akan segera berakhir.

Hidup tidak sekedar memikirkan apa yang harus kita makan, apa yang harus kita dapat, namun hidup juga harus dibarengi dengan kerinduan kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan melakukan semua perintahNya. Kesuksesan perlu diraih, namun harus dibarengi dengan keimanan agar kehidupan tidak sekedar mengejar harta dan kepopularitasan duniawi,namun juga memikirkan tentang kehidupan surgawi.

Hiduplah apa adanya. Dalam kesederhanaan, karena apa yang kita dapat didunia, belum tentu akan kita dapat disurga.

KECIL SUDAH MULAI MENGENAL “KEKOTORAN”
BESAR MULAI MELAKUKAN “KENISTAAN”
Dan KETIKA TUA MENJADI ORANG RAKUS YANG “GILA HARTA,TAHTA juga WANITA…”

LALU apa yang kita tinggalkan ketika kita mati?

Jika gajah mati meninggalkan gading, dan harimau mati meninggalkan belang, apakah jika saya, anda atau kita mati harus meninggalkan kebusukan, kejelekan, kekotoran, kenistaan, dan kebejatan?
Apakah semua itu yang akan diturunkan untuk generasi selanjutnya setelah kita?

Anda ingin menjadi bos?
Anda ingin kelihatan keren?
Anda ingin kelihatan eksis?
Anda ingin kelihatan berkuasa?
Anda ingin kelihatan kaya raya?
Anda ingin kelihatan sukses?

Lalu setelah anda dapatkan semuanya itu, bisakah anda membeli nyawa dari Sang Pencipta, sehingga anda bisa hidup selama-lamanya? Tentu tidak! Karena anda akan mati juga pada saatnya nanti.

Hidup sekali, memang harus berarti, namun tidak perlu untuk membohongi diri sendiri, dengan menjadi orang yang tak punya akhlak. Hidup dalam kemunafikan dunia. Merasa diri paling benar, tanpa mau mengasihi sesamanya. Mata ganti mata, gigi ganti gigi, darah bayar darah, lalu dimanakah KASIH itu menghilang?

Yang terpenting adalah anda menghargai kehidupan, dengan menghargai diri sendiri terlebih dahulu. Menjadi orang yang apa adanya tanpa harus mengatakan INI AKU! dengan lantang.Jika setiap orang mau menjadi orang yang rendah hati, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar, dan kita semua akan menjadi manusia yang mulia.

Tak ada kata terlambat untuk suatu hal, karena kita masih punya waktu sampai detik terakhir kehidupan kita. Kita tentunya tidak tahu kapan ajal menjemput kita. Untuk itu renungkanlah ini, agar semuanya tidak terlambat! Bahkan peramal yang katanya sakti pun tak tahu harus menjawab kemana dia akan pergi setelah mati. Jika demikian, tunggu apalagi selain hidup dalam kebaikan dan kebenaran. Meninggalkan kebohongan, kemunafikan, rasa rakus dan rasa tak pernah puas.Karena manusia pada dasarnya diciptakan oleh kasih, bukan oleh angkara murka.



by smile
12 JULI 2013

Baca Selengkapnya ....

PSK ( PEKERJA SEX KOMERSIAL )

Posted by Unknown Sunday, 5 May 2013 0 comments



Malam telah larut,namun pekerjaan ku belum juga selesai. Sambil terus melanjutkan pekerjaanku, kudengar sebuah percakapan menarik di sebuah stasiun televisi.Sebut saja namanya Riri, seorang mahasiswa “esek-esek” yang sedang diwawancarai oleh seorang ahli seksolog.



Pertanyaan yang membuatku menghentikan pekerjaanku dan membuatku penasaran adalah : “Saya tidak menikmati persetubuhan semu yang Saya lakukan karena tidak memakai hati. (Riri adalah seorang Pemandu Lagu Karaoke berpredikat PLUS-PLUS).



Uang bukanlah segalanya, dan uang tidak bisa membawa kebahagiaan buat saya, ujarnya dengan suara sangat menggoda. Menggoda? Ketika mengucapkan sebuah penyesalanpun, ada nada centil yang begitu kental dan terasa tak bisa ditutupi kelaur dari mulut “manisnya”.



Geram mendengarnya bersilat lidah, membuatku makin penasaran untuk mendengarkan  semua celotehnya. Untuk membiayai kuliahnya, yang ternyata masih dibiayai setengah jumlahnya oleh orang tuanya, Riri mengaku bisa mendapatkan penghasilan sebesar enam juta. Hahaha, enam juta untuk seorang gadis belia yang masih tinggal dengan orang tua, apakah tidak terlalu besar sekalipun hidup di kota metropolitan seperti Jakarta?



Tak satupun dari “ celotehnya” yang menarik simpati. Malahan membuat muak hati ini. Bagiku, Riri hanyalah seorang gadis belia pemalas, dan sesat, yang tidak mau hidup susah untuk mendapatkan uang.Kali pertama menurut pengakuannya dirinya hanyalah coba-coba, dan makin lama menjadi suatu kebutuhan yang tidak jarang pada akhirnya akan susah ditinggalkan.



Apakah pelacur, PSK (Pekerja Seks Komersial) kupu-kupu malam, wanita malam, atau apapun itu namanya adalah suatu pekerjaan yang terjadi karena tuntutan ekonomi semata? Kemanakah Tuhan pada saat mereka tidak bisa makan, pada saat mereka membutuhkan uangndalam hidup mereka?



Tuhan tentu tak kemana-mana. Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu ada menemani setiap umat yang bertaqwa kepadaNya. Lalu kenapa mereka menjadi PSK? Tak lain karena pada dasarnya mereka tak beriman, dan tak berserah kepada TuhanNya masing-masing. Mereka tidak mau bersusah payah untuk mencari uang seperti para anak yang mau berjualan gorengan. Seperti para anak yang mau menjadi pemulung, bekerja sebagai loper koran, sebagai tukang cuci piring, sebagai karyawan toko, sebagai karyawan sebuah perusahaan, dan lain sebagainya.



Mereka tak perlu dikasihani karena mereka tidak mengasihani dirinya sendiri. Ketika mendengar penuturan Riri, yang benar-benar tidak konsisten, seksolog yang bertanya kepadanya pun tak berani untuk mengatakan kebenaran yang keras sehingga Riri yang benar-benar tidak konsisten dan sangat munafik,tidak bisa menelan perkataannya sendiri.



Uang bukan segalanya. Lalu kenapa anda mencari uang dengan cara hina dan rendah seperti itu?



Saya tidak menikmatinya, namun kenapa anda menjualnya? Menjual sebagain tubuh anda kepada orang lain yang sama sekali tidak anda kenal?



Sekalipun banyak uang, tapi saya benar- benar merasa tidak bisa menikmati dan hidup dalam ketidaknyaman, Lalu mengapa hal bejad itu terus dilakukan?



Desakan ekonomi? Desakan konsumtif sebagai gadis metropolitan? Hahaha, tanpa mengurangi rasa tidak hormat saya, anda adalah manusia sontoloyo!!!

Manusia yang tidak mau berupaya dalam mendapatkan sesuatu. Manusia yang hanya ingin hidup dalam situasi nyaman tanpa pernah mau memperjuangkannya.



Dan yang sangat menyayangkan adalah, bahwa mereka masih sangat muda untuk menjadi seorang PSK!!!



Banyak orang yang mungkin tak sejalan dengan saya, karena tentu saja PSK pun manusia. Mereka tidak punya keahlian lain selain membentangkan, maaf,….paha mereka.Lalu bagaimana dengan anak- anak kecil yang mau berjualan gorengan, dan gadis belia lain yang mau berjualan, bekerja untuk membiayai kuliah mereka sendiri? Untuk sekolah mereka sendiri?



Ketika seorang melakukan suatu tindakan prostitusi. Melacurkan ataupun memakai jasa pelacur untuk memuaskan nafsu mereka, terpikirkah bahwa banyak dari mereka yang sebenarnya salah kapra ketika melakukannya?



Banyak orang yang menggunakan obat kuat, baik luar maupun dalam ketika hendak bermain “cinta “ dengan para PSK. Yang lucu dalam pemikiran saya, sebenarnya siapa yang PSK sesungguhnya? Wanita pemuas ataukah laki laki yang justru memuaskan?



Sebagian laki-laki mengatakan rugi jika “bermain” hanya sebentar dengan para PSK karena telah membayar mahal. Mereka tidak mau merugi (seperti orang berdagang).

Apakah tindakan ini bukan nya menjadi terbalik?



Jika menggunakan obat kuat tentu saja para PSK tersebut yang akhirnya menjadi dipuaskan karena bisa orgasme berkali kali tentunya. Lalu mereka dibayar untuk sesuatu yang mereka justru dapatkan dan bukan yang mereka berikan?

Hahaha….laki laki hidung belang seperti ini juga namanya Sontoloyo selain bodoh!!!



Dalam berhubungan seks yang dicari adalah sebuah kenikamatan, yaitu proses dari puncak kenikmatan yang dirasakan seseorang ketika melakukan hubungan seksual, disebut orgasme. Sebentar atau lama, jika menikmatinya tentu saja itu lah yang di namakan nikmatnya hubungan seks. Bukan diukur lama atau cepatnya, rugi atau tidaknya.



Seorang temanpun pernah mengatakan sebuah kalimat yang ketika kita simak baik-baik adalah sebuah kebenaran menurut saya, walaupun dengan mengatakan kebenaran mereka, bahkan saya dianggap sebagai manusia yang tak berbelas kasihan..



Kenapa kita yang harus membayar? Bukankah kita tidak tahu sebersih apa dia, sesehat apa dia, apa yang dimakannya, air mineral apa yang diminumnya? Sedangkan kamu tahu, saya makan makanan bergizi dan berkelas, saya minum selalu air mineral yang berkualitas, saya mandi dengan air yang bersih, dan sehat, bahkan saya pun merawat tubuh saya sehinggan menjadi sehat, bersih dan wangi. Lalu apakan mereka (Para PSK) bisa menyaingi kebersihan nya daripada saya? Jika tidak, lalu kenapa justru saya yang membayar mereka?



Hahaha….perkatannya memang benar dan sangat masuk akal. Jika mendengar perkataanya, mungkin para PSK diluar sana akan kebakaran jenggot ketika mendengarnya.



Tuhan Maha pengampun. Bagi para pramunikmat, PSK, bertobatlah dan berupayalah dalam mendapatkan uang. Buka dengan menjual diri, dan menghina diri sendiri dengan menjadi seorang PELACUR!



Kembali ke topik inti bahasan. Mereka yang bergelut dalam lembah hitam dunia pelacuran, dengan berkedok apapun namanya itu tentu manusia yang benar-benar tidak ingin hidup susah dan berpeluh-peluh untuk mendapatkan uang. Jika mereka terus menerus dipancing untuk melakukannya, bukankah setiap orang bisa menolak?



Bukankah diKTP pun mereka menulis agama mereka dengan jelas? Seperti Buhda, Hindu,Islam, Kristen, juga katolik? Lalu buat apa mereka mengisi kolom agama mereka jika tindak tanduk mereka justru melanggar ajaran agamanya sendiri masing masing.



Adakah agama yang memperbolehkan umatnya menjadi pelacur? Adakah agama yang memaklumi karena tuntutan ekonomi menghendaki orang beragama menjadi PSK? Tentu saja tidak!!!



Lalu buat apa mereka beragama, jika tingkah laku mereka selalu menghianati ajaran dari agam mereka sendiri?



Sebagai manusia,tentu kita tidak boleh semena-mena untuk menghakimi orang lain, namun mengingatkan seseorangpun bisa dilakukan dengan banyak cara. Ada yang dengan dinasehati bisa mendengar, ada yang harus diteriaki, bahkan ada yang harus “digebuki” baru bertobat…..



Banyak gadis belia yang benar – benar bermental pemalas sehingga mereka tidak mau bekerja dengan halal, dan hanya mau bekerja secara gampang, tidak membutuhkan banyak tenaga, namun menghasilkan. Kehidupan penuh kepalsuan tersebut biasanya susah sekali ditinggalkan karena begitu mudahnya rupiah demi rupiah datang tanpa harus bersusah payah.



Riri hanyalah satu diantara jutaan gadis belia yang menjadi PSK. Mental mereka sudah bobrok karena pergaulan yang salah. Keimanan yang kurang, dan siraman rohani yang jarang mereka dapatkan membuat mereka menjadi tunas tunas muda yang malas dan tidak punya tekad yang baik dalam menjalani kehidupan mereka masing – masing.



Siapa yang patut disalahkan? Siapa yang layaknya bertanggung jawab?



Tentu saja kita semua, Keluarga, dan juga anda – anda yang memakai jasa mereka. Anda – anda para lelaki hidung belang yang mungkin ada yang lebih pantas menjadi bapak mereka. Jika kita sayang dan ingin membangun mereka menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, dirinya sendiri dan juga bagi bangsa, STOPLAH menjadi lelaki hidung belang yang suka melacur!



Hidup bukan sekedar dari memikirkan keinginan dan nafsu semata. Hidup bukan hanya untuk melakukan tindakan yang mementingkan keingainan daging kita. Tapi hidup juga perlu kita sikapi dengan membaca setiap firman yang telah diberikan bagi agama kita masing – masing oleh jungjungan kita masing -  masing.



Jika bukan kita yang mengangkat mereka, para psk, baik tua maupun muda, lalu siapa lagi? Jika bukan kita yang menyayangi nasib mereka lalu siapa lagi?



Hidup hanya sementara.Perbanyaklah melakukan kebaikan dan kebenaran karena itu adalah bekal kita untuk menuju kehidupan setelah mati.



Semoga Riri – Riri yang membaca tulisan ini bisa tersadarkan, dan para lelaki hdung belang mengakhiri petualangan mereka. Kembalilah kepada Tuhan dan bertaqwalah kepadaNya. Sebab Tuhan Maha Pengampun, tak terkecuali untuk seorang PSK sekalipun, BERTOBATLAH, saudaraku………



By,

S m i l e

05 Mei 2013

Baca Selengkapnya ....

Cerita Anak Bangsa - EKA SANTI "SEBUAH SEMANGAT JUANG DALAM MENGGAPAI MIMPI"

Posted by Unknown 0 comments



Eka Santi, Aku mau jadi pelukis terkenal!


“Eyanggggggg… “ aku mendengar suara yang sangat kukenal itu di teriakkan dari pagar rumahku


“Mau antar nasi Kak…” kata Santi dari luar pagar ketika aku membukakannya pintu

“Sip!” jawabku singkat

Eka Santi, siswa kelas VIIIE SMP Negeri 12 Semarang. Dia selalu rajin membantu orang tuanya mengantar pesanan makanan ke tetangga-tetangga, dan juga membawa jualan nasi hasil buatan ibunya ke sekolah. Ayahnya seorang buruh pabrik, dan mereka melakukan berbagai cara supaya anak-anak mereka tetap sekolah.

Waktu kami sempat ngobrol dan aku bertanya tentang cita-citanya dia menjawab singkat, “Aku ingin menjadi pelukis terkenal, menabung yang banyak, supaya bisa mengantar orang tua ku naik haji”

Gadis cilik pendiam dengan senyum manis ini, ternyata sering memenangkan lomba menggambar, bahkan pernah menjadi Juara II lomba menggambar tingkat kota Semarang.

“Nih majalahnya bulan ini… dibaca lho ya! Kamu harus jadi orang pintar dan hebat! Siapapun kamu dan orang tuamu, Kamu harus tetap rajin… hebat… dan jadi juara…” kataku memberi semangat sambil mengulurkan sebuah majalah yang kami berikan gratis kepadanya setiap bulan.

“Iya! Aku pasti jadi hebat!” jawabnya semangat


Aku tersenyum… dukunganku hanya sekuku hitam di perjalanan hdiupnya yang masih teramat panjang. Aku berharap dia sampai pada mimpi hebatnya! Menjadi pelukis terkenal dari Indonesia?

Mengapa tidak ?????????


Karena aku yakin Tuhan pasti mendengar doanya, menghargai semangat dan keinginannya, dan aku pun yakin, Tuhan tak pernah tidur untuk mendengar dan membantu semua permintaan dan usaha dari umatNya……


Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah : 
Sebuah semangat juang dalam menggapai mimpi…

 
With love,
cerita kami team’


***


Baca Selengkapnya ....

Cerita Anak Bangsa - DIAH PUJI "KISAH SEBUAH NIAT MULIA"

Posted by Unknown 0 comments



Diah Puji, Aku ingin orang tuaku bahagia





“Ini Puji … Dia anak yang bersemangat… tuliskan kisahnya ya…” kata Bunda padaku


“He he he… “ jawabku sambil tertawa nyengir


“Rumahmu dimana dek?” tanyaku


“Dekat SMP situ Mbak… tempat tambal ban…” jawabnya pelan


“O… sebelah mananya?” tanyaku polos


“Ya disitu…” jawab Diah sambil tersenyum


“Udah siap ujian dan lulus dengan nilai bagus?” tanyaku


“Emmmmm… ya kak, sementara ini aku mau lulus dengan nilai bagus kak, supaya bisa melanjutkan sekolah yang baik dan tinggi..


“TOP!” jawabku sambil mengacungkan jempolku


“Ya Kak… Ayahku hanya seorang tukang tambal ban, aku ingin sekali bisa menjadi apoteker dan orang sukses, membahagiakan orang tuaku, membawa mereka naik haji, kira-kira bisa nggak ya kak?” katanya dengan wajah polos”


“Hemmmmm… bisalah! Banyak kok kisah orang sukses yang diawali dengan susah payah… sekarang bantu saja orang tuamu dengan pekerjaan-pekerjaan sederhana…” jawabku


“Iya Kak… aku selalu berusaha rajin bantu mereka kok.. walaupun aku belum pernah menghasilkan uang, namun aku selalu berusaha untuk membuat orang tuaku bahagia…” jawabnya

Bel masuk telah mulai ketika Diah mengakhiri kalimatnya. Anak-anak ini… ucapannya membuatku terharu. Di antara tingkah laku polos mereka, tersimpan kerinduan, keinginan sederhana namun sangat jarang kutemukan di dunia “orang dewasa”, yaitu… membahagiakan orang tua 

Kadang ketika kita menjadi dewasa, kita lebih mengutamakan pasangan kita ketimbang orangtua kita, orangtua hanya kita jadikan tempat kita menangis, bukan bersenang, orangtua biasanya hanya kita jadikan tempat untuk melepas lelah, bukan tempat untuk memanjakannya seperti mereka telah memanjakan kita sewaktu kita kecil dahulu,...

Wah…







Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah :
Sebuah Niat Mulia untuk membahagiakan orangtua
***

With love,
cerita kami team’


Baca Selengkapnya ....

EYANG KAMPRET : DUKUN CENDIKIAWAN YANG DOYAN KAWIN

Posted by Unknown Wednesday, 1 May 2013 0 comments
sumber gambar : DISINI




Seseorang dielukan begitu terhormat, sampai ketika meninggalpun, bukan hanya satu, dua atau puluhan orang yang menangisi kepergiannya, namun berjuta orang menangisi dan mendoakannya, sedangkan dilain pihak seorang lainnya dicibir penuh kehinaan, beristri banyak, berprofesi sebagai paranormal alias dukun, hidup dalam kemewahan, dalam kemabukan dan pesta pora. Apakah yang membuat semua hal itu dapat terjadi? Tentu saja dari sikap dan juga perbuatan yang mereka lakukan.



Ada pepatah mengatakan Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,sedangkan manusia mati meninggalkan kebaikan karena perbuatannya semasa hidup.



Hidup hanya sekali, maka kita perlu bijak untuk menjadi seperti apakah kita seharusnya.Inginkah kita dikenang orang karena kebaikan, atau dikenal orang karena kelaliman?



Kita tak bisa terus menerus mengandalkan dan memanjakan hawa nafsu duniawi kita, karena hidup di dunia hanyalah sementara, dan kita tak pernah tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya pada perjalanan hidup kita. Semuanya seperti misteri. Dalam kehidupan, manusia mempunyai takdir dan nasib. Takdir Tuhan yang menentukan sedangkan nasib, manusia yang merealisasikannya.



Belakangan ini, banyak sekali pemberitaan yang mengulas secara terus menerus akan sesosok pria tua, yang sudah sepuh, namun masih sangat berjiwa muda. Selain dari beristri banyak, beliau juga dianggap sebagai seorang pria yang melaksannakan ajaran sesat. Banyak rekan yang menjadi lawan, banyak kebobrokan yang diceritakan, walaupun tentunya kita tidak tahu kebenarannya. Sebut saja namanya Eyang kampret.Eyang yang tentunya sudah tua ini, menjadi pemberitaan hangat dibanyak media, baik elektronik maupun cetak.



Yang jadi pertanyaan, apakah benar beliau sesat, dan apakah benar beliau sakti? Jika ya sesat, tentunya pada akhirnya nanti akan ketahuan juga karena serapat apapun menutupi bangkai, pasti akan tercium juga.



Yang kedua, apakah benar beliau sakti? Sakti mandraguna, dan punya banyak “piaraan”, yang akan selalu menjaganya?



Sebagai seorang beriman, tentunya kita harus tegas mengatakan “TIDAK!”. Beliau bukanlah orang sakti seperti yang digembar-gemborkan banyak orang. Bagaimana mungkin seorang yang tidak bisa melakukan kesaktian apapun bisa menjadi eyang dukun? Eyang kampret?



Bagaimana mungkin orang yang sakti, namun hidupnya penuh dengan keglamoran? Bukankah seperti banyak divisualisasikan, diimajinasikan, bahwa orang – orang sakti tinggalnya dihutan atau digunung?

Jika kita tidak mendengarkan cerita orang mengenai bagaimana orang-orang sakti tinggal dan bersosialisasi, mari kita gunakan logika kita saja tentang bagaimana kehidupan mereka menurut penilaian kita?



Menurut hemat saya, Eyang kampret seperti ini tidaklah sakti, dan tidak bisa ngapa-ngapain. Mengapa begitu? Karena dengan kesaktiannya kenapa beliau tidak bisa membungkam semua rivalnya yang berteriak lantang menentangnya sekarang?



Mengapa beliau tidak membungkam semua rival yang dengan gamblang bicara dengan amat keras di media yang ditujukan kepada dirinya ?



Mengapa si eyang kampret ini diam seribu bahasa?



Karena memang, tentunya eyang ini tidak punya kesaktian apapun juga. Eyang kampret ini tidak punya piaraan apa – apa (makhluk halus). Eyang ini hanya orang yang pandai melihat celah untuk bisa memperkaya dirinya dengan bertingkah seolah – olah sakti, dan punya bisikan dari eyang gaib, namun sebenrnya tidak sama sekali. Seorang penipu akan terus menipu dan tak akan berhenti sampai ketahuan, untuk itu yang namanya eyang kampret ini tentu akan terus merealisasikan aktivitasnya sampai korban-korbannya menjadi sadar kalau selama ini mereka sedang ditipu mentah-mentah.



Jika orang marah kepadanya karena telah merasa dirugikan untuk sesuatu yang tidak bisa dibuktikan melalui jalur hukum, lalu usaha apa yang dapat kita lakukan? Tentu saja tidak ada.



Karena eyang kampret ini memang seyogyanya tidak melakukan apapun, karena beliau tidak sakti dan tidak mampu.Maka menurut hemat saya selanjutnya, jika kita hendak mengatakan dirinya sesat adalah bukan karena sesat ajaran agamanya, namun karena kemaksiatan dalam hidupnya melebihi rasa taqwa yang dimilikinya.Hal itulah yang perlu kita luruskan sehingga seoang manusia yang tersesat bisa kembali ke jalan yang benar.



Namun sekali lagi perlu dipertegas secara jelas, apakah beliau memang sakti atau berlagak sakti? Sekali lagi jawabannya adalah tidak, karena memang eyang kampret itu tidak sakti.



Tinggalkanlah saja si eyang karena dengan begitu, niscaya, dengan sendirinya beliau akan menjadi miskin dan melarat, karena tidak ada lagi yang menyumbangkan uangnya dengan Cuma-Cuma untuk semua kebohongan yang eyang ini berikan kepada para pasiennya.



Sungguh amat menyedihkan, semakin tua seharusnya semakin bijak, karena tentunya masa hidup seseorang yang sudah berusia lanjut akan lebih sedikit daripada orang muda. Namun itulah manusia, yang kadang lebih mendewakan hawa nafsu duniawinya ketimbang menahan diri dan hidup dalam kebersihan secara rohani.



Sungguh, sejak masalah ini diberitakan dengan begitu hangatnya, saya sama sekali tidak menganggap bahwa eyang kampret ini adalah orang sakti.Jika eyang ini memang benar sakti, tentnya rivalnya, sudah mati dan hilang dari muka bumi ini karena kesaktian eyang tersebut. Namun ada kesaktian eyang ini yang harus saya akui,…yaitu,…UANG!. Dengan uanglah maka eyang kampret ini bisa menyewa pengacara yang bisa mewakili setiap omongan yang hendak disampaikannya dimuka publik. Tidak menyuruh pasukan jinnya untuk menggempur musuh-musuhnya, namun memerintah para pengacaranya sebagai pembela yang akan terus mendampinginya menghadapi musuh-musuh yang mengintainya.



Jika anda jeli dalam mengamati pemberitaan ini, maka anda akan bisa menganalisa, bahwa eyang kampret ini, dari negeri antah berantah, memang hanya seorang eyang tua yang suka wanita, suka maksiat dan suka pesta pora, tak lebih, itu saja.



By smile







Baca Selengkapnya ....

Cerita Anak Bangsa - Abdul Wahid Anwar Saputro "KISAH SEBUAH KETULUSAN"

Posted by Unknown Saturday, 30 March 2013 0 comments


Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah : Sebuah ketulusan pengabdian pada orang tua…

***
“Halo Kak… “ salam Wahid kepadaku.
Aku menyukai anak ini. Kulitnya hitam terpapar sinar matahari, rambutnya cokelat, dengan mata yang penuh semangat, dan senyum yang hangat.

“Abdul Wahid Anwar Saputro… wah keren ya namamu.. he he he…” celetukku sambil tertawa
Dan Wahidpun tersenyum lebar seperti biasa.


Wahid, kelas IX A siswa SMP Negeri 12 Semarang, dia tinggal dengan keluarganya di Jalan Karangrejo daerah Banyumanik



“Kata Bunda kamu tuh’ anak yang cakeeeeeppppp dan rajinnnnnn buanget ya hid?” tanyaku

"Ah, Kakak bisa aja,....."Sahut Wahid lirih.


"Ayahmu kerja apaan toh Hid?" tanyaku penasaran.

“Jangan kaget ya kak,... Ayahku hanya seorang buruh, dan ibuku cuma ibu rumah tangga biasa. Aku setiap hari membantu orang tua berdagang gorengan, mengantar ke para pemesan, belanja barang di pasar, dan juga guru les pelajaran kelas I – IV SD setiap malam kak…” jawabnya sambil tersenyum lebar.

“Wah sibuk banget! Itu belum termasuk kerjaan rumah Hid?” tanyaku kagum
“Iya kak… contohnya nih sehabis mengantar gorengan ke ‘angkringan’ ke tempat penjual nasi kucing, lalu nyuci baju punya sekeluarga” jawab Wahid


“Wah! Hebat!!”jawabku

“Itu belum lagi kalau orang tuaku  pergi Kak.. Aku harus mampu menggantikan peran mereka di keluarga, mengurus adik, mengatur mereka semua, juga mengarahkan mereka dalam membantuku untuk membersihkan rumah, dan juga menyelesaikan tugas rumah lainnya.  Selain itu juga mengurus keuangan sekaligus membuat gorengan lalu diantarkan untuk dijual… he he he…” cerita Wahid panjang lebar dengan mata bersinar-sinar. 

Dia terlihat sangat bangga dengan semua yang dilakukannya


Aku menepuk-nepuk pundaknya sambil berkata, “Keren tuh Hid… kamu kalau sudah besar nanti pasti jadi orang yang sukses, ya!!!”

“Iya harus itu kak! Aku bercita-cita ingin menjadi arsitek dan juga pengusaha yang terkenal.


Kulihat  semangatnya begitu besar untuk bersekolah, dan belajar, selain daripada kesalehannya yang tak lepas dari doa…



“Doain terkabul ya Kak!” lanjutnya sambil mengambil tanganku dan ditempelkan ke dahinya

“Ha ha ha ha… apaan sih Hid? Aku doain kamu nakkkk….” Jawabku sambil tertawa


“Serius nih kak! Aku mau jadi orang sukses dan bisa membantu orang tuaku dan banyak orang lainnya lagi… “



Aku menatap punggungnya yang berlari menjauh, rasa bangga pada apa yang bisa dibantunya bagi orang tua dan keluarganya seolah tertinggal di benakku.

Aku kembali belajar pada kesederhanaan kecil namun berarti dan sudah sering terlupakan olehku.


Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah :

Sebuah ketulusan pengabdian pada orang tua…
***

With love,
cerita kami team’

SUMBER : DISINI

Baca Selengkapnya ....

Cerita Anak Bangsa - Tsabit Dieni Nur H "SEBUAH SEMANGAT JUANG"

Posted by Unknown 0 comments
Aku menatapnya senang, pancaran semangatnya begitu kuat, aku rasa kalau semangatnya terus begini, dia pasti akan sampai pada mimpinya di suatu saat nanti!


***


“Kakaaaaaakkkk…” seorang gadis berlari ke arahku
“Hei mana pesananku… katanya mau bawa es susu untukku…” seruku

“Besok ya kak… aku udah beberapa hari ini nggak bawa es susu lagi…” jawabnya dengan wajah murung.
“Lho kenapa?”

“Diejek teman-temanku kak… ?” lapornya.
“Diejek gimana?” tanyaku.

“Katanya aku jualan untuk cari perhatian bapak dan ibu guru… padahal kan ga gitu kak..” jawabnya.
“Ha ha ha.. iyalah… kamu jualan kan untuk bantu orang tua, begitu kan?” kataku sambil mengelus – ngelus kepalanya.


Tsabit Dieni Nur H namanya, siswi kelas VIIIB. Ayahnya berdagang susu sapi di suatu kios di daerah Telogosari Semarang, sedangkan ibunya berjualan keliling es susu. Tsabit, adalah seorang gadis santun, dan juga  bersemangat.


“Ya kak… akhirnya aku putuskan untuk kembali berjualan untuk meringankan beban orang tua dan tidak mempedulikan yang orang lain katakan. Aku harus jadi orang yang mandiri dan sukses kak!” sahut Tsabit.
“Nah gitu dong…… anak cantik itu harus semangat! Uang dari jualan es susu mau buat apa nih dalam waktu dekat?” tanyaku.


“Mau buat beli tas kak… nih…. Retsletingnya udah rusak.. . aku ga mau menyusahkan orang tua lagi, dan bisa membeli barang yang kuinginkan sendiri” jawabnya sambil memperlihatkan tasnya.
“Mantap! Kalau kamu tekun, suatu saat nanti bisa punya perusahaan sendiri…”


“Ya pasti kak! Aku ingin punya perusahaan PT. Es Susu… terus jadi orang yang pintar tentang teknik computer, lalu kumpulin uang supaya bisa mengantar orang tua naik haji” jawabnya sambil tersenyum lebar dan mata berbinar cerah.
“Ya, tapi belajar untuk kuatnya harus dimulai dari sekarang… ya sayang..” jawabku sambil memegang pundaknya.


“Ya kak! Aku harus tahan menghadapi orang-orang yang suka menghina, dan punya mental yang kuat, supaya bisa sukses nanti!!”.
Aku menatapnya senang, pancaran semangatnya begitu kuat, aku rasa kalau semangatnya terus begini, dia pasti akan sampai pada mimpinya di suatu saat nanti!


Pelajaran berharga yang kudapat hari ini adalah : 
Sebuah Semangat juang yang tinggi dari  kehidupan seorang gadis cilik, yang memotivasi aku, dan mungkin  juga banyak orang untuk tetap survive dalam menghadapi apapun dalam kehidupan, karena setiap masalah pasti mempunyai jalan keluar.
***

With love,
Cerita Kami Team’

SUMBER : DISINI

Baca Selengkapnya ....
ricky pratama support eva's blog - Original design by Bamz | Copyright of Tentang Indonesia.